Kamis, 24 Agustus 2017 | 04:30 WIB

Unjuk Rasa Supir Angkutan Umum

Senin, 14 Maret 2016 | 11:25 WIB
Artikel belum tersedia
Mereka menuntut ditutupnya saran transpotasi umum berbasis aplikasi.
Pengunjuk rasa juga membawa poster yang berisi tuntutan mereka.
Ribuan supir angkutan umum berunjuk rasa di depan Balai Kota.
Salah seorang supir taksi menyampaikan orasinya, menyampaikan keluh kesah mereka.
Refleksi aksi unjuk rasa di kacamata salah seorang supir taksi yang ikut berunjuk rasa.
Para demonstran melakukan "long march" menuju Istana Merdeka, Jakarta.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ribuan supir angkutan umum yang tergabung dalam Persatuan Pengemudi Angkutan Darat mendatangi Balai Kota, Jakarta, Senin (14/3/2016). Mereka adalah supir angkutan umum yang beroperasi di Jakarta, seperti taksi, Kopaja, Mikrolet, bajaj, dan angkutan umum lainnya.

Kedatangan mereka untuk menuntut agar pemerintah merevisi Perda Nomer 5 Tahun 2014 tentang usia kendaraan (peremajaan). Mereka juga menolak keberadaan angkutan umum berplat hitam dengan basis aplikasi, seperti Grabcar dan Uber.

Terutama mereka mengeluhkan keberadaan angkutan umum berbasis aplikasi tersebut. Dengan adanya Grabcar dan Uber, pendapatan mereka sangat menurun, karena banyak warga Jakarta yang beralih memanfaatkan jasa angkutan dengan aplikasi tersebut. (Netralnews/YC Kurniantoro)