Jumat, 23 Juni 2017 | 01:28 WIB

Unjuk Rasa Hari Ketiadaan Tanah

Selasa, 29 Maret 2016 | 11:45 WIB
Artikel belum tersedia
Para aktivis, petani, dan korban penggusuran yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Reforma Agraria berunjuk rasa memperingati Hari Ketiadaan Tanah.
Seorang ibu tua memegang poster turut berunjuk rasa.
Dua aktivis memegang spanduk peringatan Hari Ketiadaan Tanah.
Dua ibu meneriakkan yel-yel sambil memegang poster saat berunjuk rasa.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Hari Ketiadaan Tanah (landless day) diperingati setiap 29 Mei. Untuk itu, sejumlah aktivis, petani, dan korban penggusuran yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Reforma Agraria (Agra) menggelar aksi unjuk rasa dengan melakukan long march dari Bundaran Patung Kuda (Bundaran Indosat) menuju Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/3/2016).

Dalam aksi tersebut, mereka antara lain menuntut dihentikannya kriminalisasi terhadap kaum tani dengan membebaskan tiga petani di Kubu Raya, Kalimantan Barat, yang berjuang melawan perampasan tanah oleh PT Sintang Raya dan enam petani di Morowali yang dikriminalisasi saat berjuang melawan perampasan tanah oleh PTPN XIII Sulawesi Tengah.

Selain itu mereka menuntut dinaikkannya harga hasil produksi petani, seperti komoditas CPO dan karet. Mereka juga menuntut dihentikannya penggusuran rumah warga miskin dan berikan tempat tinggal yang baik bagi rakyat. (Netralnews/YC Kurniantoro)