Jumat, 20 Oktober 2017 | 21:26 WIB

Tolak Pembangunan PLTU Batang

Jumat, 01 April 2016 | 11:17 WIB
Artikel belum tersedia
Para demonstran berjalan menuju Kedutaan Besar Jepang di Jakarta.
Aktivis dari Solidaritas untuk Keadilan Warga Batang berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Jepang.
Seorag aktivis berdandan seperti pocong.
Batubara dinilai akan menyebabkan polusi dan membunuh warga di kawasan Batang.
Aktivis menggenakan kostum hantu Jepang dan membawa pacul yang merupakan lambang matinya penghidupan warga Batang.
Para aktivis meminta pemerintah Jepang untuk menghentikan megaproyek PLTU Batang dengan bahan bakar batubara.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Solidaritas untuk Keadlan Warga Batang (SKWB) berunjuk rasa di depan Kedutaan Besaar Jepang di Jakarta, Jumat (1/4/2016). Mereka menolak rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara yang dinilai mematikan penghidupan warga sektar melalui pemagaran di lahan persawahan mereka.

PLTU Batang, Jawa Tengah, merupakan megaproyek konsorsium yang terdiri dari PT Adaro Energy (Indonesia), PT Itochu (Jepang), dan J-Power (Jepang). Proyek swasta berkapasitas 2x1.000 megawatt ini diklaim akan menjadi PLTU batubara terbesar di Asia Tenggara yang didirikan untuk suplai energi industri, bukan untuk mengaliri listrik ke rumah rakyat.

Para aktivis meminta kepada pemerintah Jepang untuk menghentikan proyek tersebut karena selain menghancurkan ekonomi masyarakat secara langsung juga akan merusak lingkungan. PLTU tersebut dinilai akan memicu polusi di darat, laut, dan udara di kawasan itu, serta meningkatkan resiko kematian di kawasan pesisir Batang. (Netralnews/YC Kurniantoro)