Selasa, 22 Agustus 2017 | 02:38 WIB

Pemberhentian Terakhir Sang Purnabakti

Senin, 18 April 2016 | 10:32 WIB
Artikel belum tersedia
Seorang petugas PJKA melintas di depan tumpukan kereta yang tak terpakai di Stasiun Purwakarta, Jawa Barat.
Dipo lokomotif yang dulu digunakan untuk merawat kereta uap besar.
Sebuah rangkaian kereta rel listrik diparkir di dalam dipo yang telah tak terpakai lagi.
Bagian dalam kereta rel listrik (KRL) yang dulu pernah melayani warga sekitar Jakarta.
KRL yang dulu melayani warga Jakarta dan sekitarnya, kini ditumpuk setelah tak dipakai lagi.
Tumpukan gerbong kereta yang telah berkarat.
Bagian dalam gerbong yang telah berkarat disangga dengan bambu agar tidak roboh
Karat dan tanaman liar semakin "menghias" bagian kereta api.

PURWAKARTA, NETRALNEWS.COM - Bila kita bepergian dengan kereta api dari Jakarta ke arah Timur, ada pemandangan menarik ketika kereta berhenti di Stasiun Purwakarta, Jawa Barat. Di seberang stasiun yang dibuka pertama kali pada 27 Desember 1902 itu, tumpukan gerbong bekas yang sudah tak terpakai tersusun. Stasiun ini menjadi pemberhentian terakhir kereta yang purnabakti.

Ratusan gerbong kereta tersebut telah beroperasi sejak 1970 hingga 1980-an. Namun karena sudah tidak ada suku cadangnya lagi, gerbong-gerbong tersebut tidak dapat dioperasikan.

Karat dan tanaman liar pun telah menghiasi gerbong-gerbong yang telah teronggok lama. PT Kereta Api Indonesia (KAI) sendiri berencana untuk menjual gerbong-gerbong tua tersebut kepada PT Krakatau Steel untuk dilebur. Namun terdapat empat gerbong buatan tahun 1974 yang akan diselamatkan karena merupakan generasi awal kereta rel listrik (KRL).

Tak jauh dari tempat tersebut juga terdapat bangunan Dipo Lokomotif Purwakarta yang sudah tua dan tak digunakan lagi. Dahulu dipo tersebut digunakan untuk merawat lokomotif uap besar. Namun, setelah era kereta uap berakhir pada 1980-an dipo ini pun tak digunakan lagi. (Netralnews/YC Kurniantoro)