Sabtu, 27 Mei 2017 | 22:36 WIB

Aksi Memerangi Krisis Iklim

Rabu, 11 Mei 2016 | 14:28 WIB
Artikel belum tersedia
Massa membawa spanduk raksasa saat berjalan menuju Kedutaan Besar Jepang.
Sejumlah aparat kepolisian berjaga di depan Kedutaan Besar Jepang.
Seorang warga memegang poster menolak batubara sebagai sumber energi.
Seorag warga yang tinggal dekat proyek PLTU berteriak sambil mengangkat tangan.
Seorang ibu berteriak saat berunjuk rasa.
Seorang kakek membawa poster saat turut dalam aksi unjuk rasa memerangi krisis iklim.
Sejumlah aktivis membawa spanduk raksasa.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ribuan massa yang tergabung dalam Koalisi Break Free, terdiri dari Walhi, Greenpeace, dan Jatam, beserta warga yang tinggal di sekitar pertambangan, PLTU, dan pelabuhan batubara dari berbagai daerah, berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (11/5/2016).

Gabungan masyarakat korban pertambangan dan pembangkit listrik batubara tersebut menuntut agar pemerintah Jepang menghentikan investasi di industri batubara. Mereka menilai batubara merupakan energi fosil paling berbahaya, terutama dari polusi yang dihasilkannya, dan mendesak agar beralih ke energi terbarukan yang bersih dan aman.

Massa kemudian bergerak ke arah Istana Merdeka untuk mengampanyekan penghentian penggunaan energi fosil, terutama batubara dan beralih kepada penggunaan energi terbarukan yang bersih dan berkelanjutan. Hal tesebut sejalan dengan kampanye memerangi krisis iklim. (Netralnews/YC Kurniantoro)