Jumat, 15 Desember 2017 | 00:01 WIB

  • News

  • Bola

Presiden PSG Diduga Terlibat Kasus Penyuapan

Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi
ESPN
Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi

BERN, NETRALNEWS.COM – Jaksa Penuntut Umum Federal Swiss memberi konfirmasi telah membuka kasus kriminal yakni dugaan penyuapan terkait pemberian hak siar televisi Piala Dunia terhadap Chairman dan CEO Paris Saint-Germain (PSG), Nasser Al-Khelaifi.

Menurut Jaksa Agung Swiss, kasus ini menjerat Al-Khelaifi dalam kedudukannya sebagai CEO BeIN Media Group yang diduga telah menyuap mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) FIFA, Jerome Valcke, untuk memenangkan (memberikan) hak siar Piala Dunia 2026 dan 2030 kepada BeIN Media.

Valcke sendiri ditengarai telah menerima “keuntungan yang tidak semestinya diterima” dari para pebisnis—identitasnya tidak diumumkan—untuk memberikan “hak siar kepada sejumlah negara tertentu” pada 4 event penyelenggaraan Piala Dunia, mulai dari 2018 sampai 2030.

Jaksa telah meminta keterangan dari Valcke pada Kamis (12/10/2017) dan melakukan penggeledahan di sejumlah properti Valcke yang berada di Prancis, Yunani, Italia, dan Spanyol.  Menurut Jaksa, langkah ini dilakukan bersama-sama dengan Eurojust, agensi Uni Eropa yang khusus menangani masalah kriminal.

“Sebagai hasil dari langkah bersama ini, sejumlah lokasi (kantor dan gedung) telah diselidiki, beberapa aset telah disita, dan menggelar sejumlah wawancara,” ujar Eurojust. Proses pidana kasus ini sejatinya telah dimulai pada 20 Maret lalu.

Sementara itu, dalam pernyataan resminya, BeIN Sports, mengakui adanya langkah penggeledahan yang dilakukan aparat dari Kejaksaan Agung Swiss (OAG).

“Menyusul adanya permintaan dari Kantor OAG, kantor BeINSPORTS yang terletak di Boulogne-Billancourt (Prancis) telah digeledah pagi ini. Para pekerja bekerja sama dengan pihak otoritas sampai berakhirnya penggeledahan. BeINMEDIAGROUP menyangkal semua tudingan yang dilontarkan OAG. Meski demikian, perusahaan akan sepenuhnya bekerja sama dengan pihak otoritas terkait,” demikian pernyataan BeIN Sports.

Untuk diketahui, kasus ini bermula dari perluasan investigasi yang dilakukan FIFA terkait kasus korupsi yang diduga Valcke yang menjabat sebagai Sekjen di bawah kepemimpinan Presiden Sepp Blatter dari 2007 sampai mendapat pemecatan pada Januari 2016.

Editor : ME Gunawan
Sumber : ESPN

Apa Reaksi Anda?