Selasa, 17 Oktober 2017 | 12:36 WIB

  • News

  • Bola

Bak Langit dan Bumi, Gaya Hidup Bek Getafe dan Ronaldo

Bek Getafe Djene (kiri) dan megabintang Real Madrid Cristiano Ronaldo
Istimewa
Bek Getafe Djene (kiri) dan megabintang Real Madrid Cristiano Ronaldo

MADRID, NETRALNEWS.COM – Bertempat di Coliseum Alfonso Perez, Sabtu (14/10/2017) sore waktu setempat, tuan rumah Getafe akan menjamu klub rival sekota Real Madrid dalam lanjutan kompetisi La Liga di pekan kedelapan.

Di laga tersebut, defender baru Getafe asal Togo Djene Dakonam Ortega atau yang biasa disapa Djene—dapat ditugaskan sebagai bek tengah atau bek kanan—bakal mendapat tugas kelewat berat yakni meredam pergerakan megabintang Madrid, Cristiano Ronaldo.

Yang menarik, mengamati gaya hidup kedua pemain ibarat membandingkan langit dan bumi. Tentunya, bagi para fan sepakbola telah mengetahui sosok Ronaldo, salah satu atlet terkaya di muka bumi. 

Setiap tahun gaji Ronaldo diklaim mencapai kitaran sebesar € 21 juta atau sekitar Rp 336 miliar per musimnya. Gaji Djene? Bek berusia 25 tahun ini hanya menerima gaji dari Getafe sebesar € 0,5 juta (Rp 8 miliar) per musimnya. Atau, dengan kata lain, bayaran Ronaldo 42 kali lipat ketimbang Djene

Tak hanya itu saja, dalam setahun pendapatan Ronaldo bertambah gemuk dengan deal luar biasa dengan berbagai sponsor. Menurut majalah Forbes, pendapatan (gaji dan sponsorship) CR7 mencapai kitaran € 88 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun! 

Tak heran, Ronaldo mampu membeli sebuah mansion mewah seharga € 7 juta atau hampir setara dengan gaji Djene selama setahun yang hanya bisa menempati sebuah apartemen yang disewa dari mantan klubnya, Alcorcon. 

Tak mengejutkan pula, sehari-hari saat pergi mengikuti sesi latihan di Valdebebas, Ronaldo bisa “berselancar” dengan membawa supercars semacam Bugatti Chiron yang satu unitnya berharga € 2,5 juta. Bandingkan dengan Djene yang terpaksa menggunakan kereta api untuk berangkat ke Alfonso Perez.

Mengejar kehidupan yang lebih layak menjadi pemicu keputusan Djene untuk meninggalkan kampung halamannya, Togo, dan menuju Benin saat usianya baru menginjak 18 tahun. Setelah sempat membela klub Kamerun, Coton Sport, Djene direkrut klub Segunda Division Alcorcon pada 2012. 

“Saya ingin bermain di La Liga demi mengangkat keluarga saya dari kemiskinan,” aku Djene. Usai dua musim, Djene diboyong klub Belgia, Sint-Truidense, sebelum akhirnya kembali ke Spanyol dan bergabung dengan Getafe pada 24 Juli lalu.

Editor : ME Gunawan
Sumber : Marca

Apa Reaksi Anda?