Rabu, 13 Desember 2017 | 10:13 WIB

  • News

  • Bola

Siapa Pemain Sepakbola Terbaik Sepanjang Massa? Ini Dia Si Gol “Tangan Tuhan”!

Maradona
loop
Maradona

BUENOS AIRES, NNC - Di dunia ini sudah terdapat ratusan, bahkan ribuan pemain sepak bola hebat.  Banyak negara sudah melahirkan pemain-pemain hebat dengan menggondol berbagai prestasi.  

Namun, hanya sedikit orang yang mampu masuk dalam kategori dan penilaian sebagai pemain terbaik dan terhebat sepanjang masa. Bisa dihitung, tiga pemain terbaik sepanjang sejarah atau 5 orang pemain terbaik sepanjang masa, atau 10 pemain terbaik sepanjang sejarah dunia.

Banyak orang bisa memberi penilaian, atau banyak lembaga juga bisa memberi penilaian.  Tetapi, hanya lembaga-lembaga yang krebibel yang penilaiannya diakui. 

Dengan menganalisa berbagai penilaian dari lembaga-lembaga yang kredibel, itu akhirnya editor Netralnews memasukan  satu dari puluhan pemain terbaik di dunia hingga saat ini. 

Mungkin dalam puluhan atau ratusan tahun ke depan, akan muncul lagi pemain-pemain terbaik di dunia yang melampaui orang ini. Namun, untuk saat ini belum ada yang sanggup melewati kehebatan orang ini. Siapa dia? 

Dia Adalah Maradona dari Argentina. 

Pilihan pertama jatuh pada legenda sepak bola Argentina, Maradona. Pele mencetak lebih banyak gol daripada Maradona. Lionel Messi telah meraih lebih banyak trofi. Keduanya telah menjalani kehidupan yang lebih stabil daripada pecandu kokain kelas berat Maradona.  

Namun, jika Anda melihat Diego Maradona dengan sepak bola di kakinya, Anda akan paham dan menyimpulkan bahwa dialah yang terhebat untuk seratus tahun ini. 

Si Miskin yang Menjadi Bintang

Saat menendang bola di sekitar kawasan kumuh Villa Florito, ia langsung menarik perhatian pelatih tim junior Los Cebollitas, Francisco Cornejo.

"Berapa umurmu?" Cornejo bertanya pada Maradona kecil.

"Delapan," jawabnya. Cornejo tidak percaya bahwa seorang anak berusia delapan tahun mampu melakukan apa yang baru saja disaksikannya, dan mengantar anak itu, yang kemudian menjadi juara Piala Dunia, pulang ke rumahnya untuk meminta bukti kepada ibunya, Doña Tota, terkait usianya.

Dibesarkan oleh Argentinos Juniors, tim profesional lokal yang berafiliasi dengan Los Cebollitas, Maradona membuat debutnya pada 20 Oktober 1976, 10 hari sebelum ulang tahunnya yang ke-16.

"Pibe," bos Argentinos Juan Carlos Montes mengatakan kepada 'anak' di bangku cadangannya saat ia akan menjadi pemain termuda dalam sejarah sepakbola Argentina, "Lakukan apa yang kamu tahu. Jika bisa, cobalah untuk mengolongi lawan."

Maradona menurut saja, ia menendang bola melewati kedua kaki bek Juan Domingo Cabrera dalam hitungan menit. Itu membuatnya mendapatkan 'hadiah' dari sang lawan, sebuah sikutan ke dagunya.

Lambat laun, reputasinya pun berkembang. "Dia adalah pemuda gemuk yang bermain sepakbola dengan sangat baik," kata kiper Boca Juniors Hugo Gatti sebelum pertandingan pada bulan Oktober 1980. 

"Saya akan mencetak empat gol ke gawangnya," jawab Maradona. Argentinos menang 5-2 dan Maradona menepati kata-katanya, mencetak gol penalti, gol dari proses satu lawan satu, dan dua tendangan bebas yang brilian.

Setelah memenangi liga bersama Boca Juniors, Maradona pindah ke Barcelona dengan harga £5 juta, rekor pemain termahal dunia pada tahun 1982. Di Catalonia lah dia pertama kali mencoba kokain, menderita hepatitis, dan mengalami patah pergelangan kaki gara-gara aksi Andoni Goikoetxea pada bulan September 1983.

 Tukang Jagal dari Bilbao itu memiliki koleksi dari sepatu yang dipakainya dalam pertandingan-pertandingan tertentu, yang diabadikan dalam kotak kaca di rumahnya.

Maradona melakukan balas dendam di Final Copa del Rey 1984 - ia menanduk satu pemain, menyikut pemain lainnya, dan menendang satu pemain lain dengan lututnya, dan membuat mereka terkapar di atas lapangan -  ia kemudian segera dijual, dengan harga yang sekali lagi menjadi rekor pemain termahal dunia, ke Napoli.

Dalam tujuh musimnya di Napoli, Maradona mengukuhkan status legendanya. Gereja Diego Maradona masih berdiri. Partonopei tidak pernah mendekati gelar juara Serie A sebelum pria Argentina itu tiba, hingga kualitas individu El Diego membawa Napoli memenangi Scudetto pada tahun 1987 dan 1990. 

Dalam upaya untuk meraih Piala UEFA pada tahun 1989, pemanasan yang dilakukan El Pibe de Oro (The Golden Boy) dalam laga semifinal kontra Bayern Munich menjadi awal dirinya menjadi seorang legenda sepakbola.

Lalu ada Argentina dan Piala Dunia 1986. Jorge Valdano, Jorge Burruchaga, dan Oscar Ruggeri adalah pemain bagus, tapi - seperti di Napoli - tidak mungkin membawa La Albiceleste memenangi turnamen tanpa kehadiran Maradona sebagai kapten, pencetak lima gol dan lima assist, dan  jenderal lapangan yang brilian.

Maradona tahu bahwa gol 'Tangan Tuhan' seharusnya tidak disahkan - dia berteriak kepada rekan satu timnya, "Ayo peluk saya, atau wasit tidak akan mengesahkannya" - namun mengalahkan Inggris di perempat final adalah hal yang lebih penting.

Apa yang terjadi berikutnya begitu luar biasa, saat ia menggiring bola melewati empat pemain Inggris - Peter Beardsley, Peter Reid, Terry Butcher (dua kali), dan Terry Fenwick - untuk mencetak gol terbaik dalam sejarah setelah menaklukkan Peter Shilton.

"Saya merasa seperti bertepuk tangan. Saya tidak pernah merasakan hal itu sebelumnya," kata Gary Lineker, yang sedang bermain hari itu.

"Tidak mungkin mencetak gol indah seperti itu. Dia adalah pemain terhebat sepanjang masa, jauh sekali. Sosok yang fenomenal."

Dia memang bergaya anti-hero sejati, aksi kontroversinya justru menaikkan status legendanya. Pada tahun 1991, dia pergi untuk bermain dalam sebuah pertandingan yang diselenggarakan oleh Pablo Escobar di dalam dinding penjara obat bius yang terkenal itu.

"Pada malam itu, kami mengadakan pesta dengan gadis-gadis tercantik yang pernah saya lihat dalam hidup saya. Itu di penjara! "

"Bahkan jika saya bermain selama berjuta-berjuta tahun, saya tidak akan pernah mendekati Maradona," kata Lionel Messi. "Dia yang terhebat yang pernah ada."

Titik Tertinggi dalam Karir 

Mencetak gol terbaik abad ini kdalam perjalanan mengantar Argentina menjuarai Piala Dunia 1986. Manusia biasa seharusnya tidak bisa melakukan itu.

 

Editor : Thomas Koten
Sumber : Dari berbagai sumber

Apa Reaksi Anda?