• News

  • RS Corner

“Economic Development Board” Perlu Segera Dibentuk

Garden of Prayer salah satu implementasi dari gagasan EDB (hcap.artstor.org)
Garden of Prayer salah satu implementasi dari gagasan EDB (hcap.artstor.org)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Tiga negara yang ekonominya baik yaitu Tiongkok, Malaysia dan Singapore. Ketiga negara tersebut memiliki EDB sementara Indonesia yang perekonomiannya belum baik belum membentuk EDB (Economic Development Board).
EDB merupakan sebuah badan yang siap melaksanakan langsung proyek pengembangan ekonomi. Ini berbeda dengan Dewan Ekonomi Nasional yang lebih berfungsi sebagai lembaga pemikir, sementara EDB lebih berfungsi sebagai pelaksana.

Lembaga ini tidak menggunakan anggaran pemerintah, tetapi akan berusaha sendiri. Seperti Singapura yang punya EDB/Reformation Development Board, maka Indonesia perlu membuat Bapekonas. Sebagai suplemen dari lembaga-lembaga penggerak ekonomi yang ada.

Jika pemerintah tidak mau dengan gagasan ini, berarti pemerintah menolak investasi miliaran dolar yang bakal masuk ke Indonesia. Sebagai pengusaha, saya telah terbiasa bergerak cepat dan penuh perhitungan. Saat mengusulkan pemikiran besarnya bagi kebangkitan ekonomi Indonesia ini saya pun telah memikirkan secara detil bagaimana mengimplementasikannya. Sehingga, gagasan besar ini bukan lagi sebuah keniscayaan.

Untuk memajukan gagasan terbentuknya EDB, saya siap menjadi Ketua EDB dan saya akan jadikan Indonesia sebagai produser eksportir terbesar bio fuel, bio oil, bio ethanol, bio resources. Dimana pun saya bangun biofuel, bio oil, bio ethanol, bio resources dan saya ekspor. Australia melakukan hal tersebut karena sumber energi yang ada akan punah dan digantikan dengan energi terbarukan. Yang bisa bikin, hanya 3 negara yaitu Kongo, Brazil, dan Indonesia karena ketiga negara tersebut masih hijau.

Selama saya memimpin lembaga tersebut maka pertama Ricky akan memberikan bonus pada setiap anggota DPR yang kerjanya bagus, tidak korupsi dan selalu hadir pada akhir jabatannya sebesar 2 juta dollar.

EDB ini menurut saya tak lain ingin mempercepat kesejahteraan rakyat dengan meningkatkan daya beli masyarakat. EDB juga berdampingan dengan pemerintah, eksekutif, legislatif dimana tidak ada faktor kepentingan dalam membangun Indonesia.

Begitu daya beli dinaikan, semua makmur, EDB saya jalankan tiga kali APBN dan saya akan jamin akan membawa fresh money 200 milliar dollar dan itu saya sumbangkan untuk pembangunan eksekutif, pemerintah.

Saya berani jika APBN dipatok 2000 triliun. Tahun pertama saya akan menyumbang 20 triliun. Saya punya alasan sehingga berani menjanjikan. Pertama, saya akan menjadikan Batam sebagai First Asean Economic Zone (FAEZ) sebagai perwujudan dari NAFTA yang lamban. Jika ini berhasil dapat diikuti dengan Asean Economic Zone.

Batam akan saya jadikan sebagai ASEAN City. Batam pun akan terhubung dengan Lengkana, Malaysia berjarak 12 kilometer dengan membangun jembatan overhead bridge. Sementara Lengkana ke Singapore hanya berjarak 1 kilometer akan dibangun subway karena banyak marine trafic. Dengan demikian, Indonesia akan benar-benar terhubung dengan Malaysia dan Singapore. Hal ini akan menjadikan Batam secara ekonomis akan sangat diminati oleh investor, sehingga pembangunan di Batam bisa melaju pesat.

Saya juga akan menerapkan Asean Law, Asean Currency, dan Asean Education. Dengan demikian ASEAN bisa bergandeng tangan dan mampu berkompetisi di era globalisasi.

Utang luar negeri Indonesia sebesar USD 78 milyar, mampu dilunasi hanya dalam satu tahun. Dengan kurs Rp 8.500/USD dan hitungan sederhana maka setiap warga negara harus menyumbang Rp 8.500/hari dalam satu tahun. Dengan cara subsidi silang jika suatu perusahaan mempunyai 3000 karyawan dan setiap karyawan menyumbang Rp 3.500/hari dan sisanya oleh perusahaan Rp 5.000, maka dalam satu tahun terkumpul Rp 9,3 milyar. Jika semua perusahaan begini dalam tempo cepat utang terbayar lunas dan APBN terfokus pada pembangunan.

EDB juga akan membangun Garden of Prayer, Harmony World Resort yang anggarannya tiga kali lipat dari APBN Indonesia. Garden of Prayer dan ini akan menjadi mercusuarnya dunia.

Penulis : Ricky Sutanto
Editor : Farida Denura

Apa Reaksi Anda?