• News

  • RS Corner

Mari Isi Kemerdekaan dengan Mewujudkan Kesejahteraan

Salah satu pembangunan infrastruktur (beritadaerah.co.id)
Salah satu pembangunan infrastruktur (beritadaerah.co.id)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketika Belanda selama kurang lebih 350 tahun menjajah kita, mereka mengeruk kekayaan negara kita. Namun demikian yang nyata mereka lakukan adalah dengan membangun infrastruktur.  90%  rel kereta api, stasiun kereta api, itu dibangun oleh Belanda.

Pertanyaan saya, dengan merayakan HUT ke-71 RI ini mana makna kemerdekaan bagi kita? Kita semua ketahui, setelah kita merdeka dari penjajahan tidak ada infrastruktur yang nyata yang dibangun oleh bangsa Indonesia.  Sebagai contoh sejak tahun 1970-an kita sudah mempunyai jalan tol pertama. Dan Tiongkok kala itu belum memiliki tol. Sekarang,Tiongkok sudah mempunyai tol sepanjang 90 ribu kilometer. Kita mungkin kurang daripada 5000 kilometer. 

Ini masalah bangsa dan para pemimpin seringkali lupa untuk mengisi kemerdekaan dengan kesejahteraan. Mereka terpukau dengan seremonial, dengan segala status-status yang mereka nikmati dan tidak bekerja secara riil, secara nyata. Dan ini tidak bisa dipungkiri, karena sampai sekarang 80% rakyat Indonesia masih hidup pada taraf yang sangat rendah.  Mereka hanya cukup hidup dengan pendapatan yang hanya untuk biayai sembako.

Populasi penduduk Indonesia yang berjumlah hampir 300 juta sekarang dan kalau kita bilang 3 miliar pun tidak ada gunanya jika penduduk kita hanya bisa mampu beli sembako. Tapi kalau kita hanya punya 30 juta midle class yang mampu beli mobil dan rumah bayangkan pemutaran ekonomi Indonesia sampai dimana?

Populasi Indonesia yang bertumbuh cepat dikombinasikan dengan pertumbuhan ekonomi yang subur dan kurangnya investasi di infrastruktur telah menyebabkan kurangnya kualitas dan kuantitas infrastruktur di Indonesia pada saat ini. Situasi ini menyebabkan peningkatan tajam dalam biaya logistik dan menghalangi untuk mengembangkan dan merealisasikan potensi perekonomian nasional dan regional.

Secara hitungan ekonomi, sejatinya pembangunan infrastruktur merupakan sebuah investasi jangka panjang, baik bagi pemerintah daerah setempat maupun bagi pemerintah pusat sebagai penyelenggara pembangunan. Terlebih lagi jika pembangunannya dilakukan secara merata meliputi seluruh wilayah di Indonesia, mengingat betapa besar potensi ekonomi di masing-masing wilayah. Pentingnya pembangunan infrastruktur bagi masa depan dan kemakmuran bangsa kita

Mengapa Indonesia yang tanahnya begitu kaya raya, dianugerahi Tuhan dengan berbagai sumber daya alam tapi kok jatuh dan terpuruk dalam krisis ekonomi, terbelit utang miliaran dolar AS? Dengan kekayaan alam yang begitu melimpah tidak semestinya Indonesia terkena krisis ekonomi. Sebaliknya, Indonesia mestinya menjadi bangsa yang besar, makmur dan rakyatnya hidup sejahtera.

Apa artinya sebuah kemerdekaan jika tetap hidup miskin, tingkat pendidikan rendah, kesehatan dan gizi tidak terjamin, hukum tidak bisa ditegakkan dengan benar. Mestinya dengan usia kemerdekaan yang tahun mencapai 71 tahun, semua rakyat hidup sejahtera, mulai dari petani, nelayan, karyawan atau buruh swasta, pegawai negeri sipil, TNI, Polri, guru dan sebagainya.

Bukankah para pahlawan kemerdekaan rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk meraih kemerdekaan dan selanjutnya mengisi kemerdekaan untuk kesejahteraan rakyat?

Indonesia harus bangkit. Sejarah mencatat bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, bangsa yang mampu membangun sebuah keajaiban berupa Candi Borobudur yang hingga kini menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia.

Indonesia adalah satu negara yang dianugerahi dengan keajaiban juga terlihat pada kondisi ekonomi ketika dilanda krisis. Suatu keajaiban bahwa ketika krisis ekonomi memborbardir Indonesia ternyata ekonomi dalam negeri tidak hancur.

Ekonomi rakyat mampu menyelamatkan negara dari kehancuran. Ini merupakan bukti bahwa ekonomi rakyat memiliki kemampuan besar tidak hanya untuk bertahan, tapi juga untuk dikembangkan dan bangkit sehingga menjadi satu kekuatan yang diperhitungkan oleh bangsa-bangsa di dunia.

Indonesia memiliki tingkat pendidikan tinggi, berbudaya luhur, bangsa yang sejahtera dan mampu hidup dalam keharmonisan beragama, bangsa yang sehat, bangsa yang berdiri sama tinggi dengan bangsa lain di dunia.

Sudah seharusnya dan sudah menjadi kewajiban semua elemen bangsa untuk berdiri tegak di belakang pemimpin bangsa dan berjuang mewujudkan kesejahteraan rakyat, menciptakan kemakmuran untuk mengisi kemerdekaan warga Indonesia seharusnya bisa membangun sebuah masyarakat yang sejahtera, yang kekal hingga generasi ke generasi.

Tidak selamanya sebuah bangsa akan hidup miskin dan menderita. Tidak selamanya sebuah bangsa harus hidup dalam krisis. Tidak selamanya ekonomi Indonesia akan terpuruk.

Betapa besar keinginan bangsa Indonesia bangkit dari kemiskinan, menjadi bangsa yang makmur. Tapi kemakmuran dan kesejahteraan tidak akan jatuh dari langit, tidak akan datang secara tiba-tiba tanpa ada usaha dan perjuangan. Impian untuk hidup makmur harus diperjuangkan oleh bangsa Indonesia sendiri, bukan oleh bangsa asing yang memberikan iming-iming berupa utang. Bangsa ini bisa hidup tanpa belas kasihan bangsa lain.

Pemerintah beserta seluruh lapisan masyarakat harus bahu membahu menbangun Indonesia Baru, Indonesia yang sehat, bersih, sejahtera dan moderen. Semua warga bangsa hendaknya merasa bahwa panggilan dari Tuhan kepada Bangsa Indonesia untuk bangkit telah tiba.

Kini sudah saatnya republik ini berjuang, dan sadar bahwa kesejahteraan adalah lebih penting dari sekadar merdeka Kemerdekaan akan kehilangan makna jika tidak diisi dengan kesejahteraan. Ujung dari keinginan para pahlawan kemerdekaan untuk lepas dari belenggu penjajahan adalah menciptakan kesejahteraan.

Sudah saatnya pula bangsa ini berlomba meraih kemakmuran dengan bangsa lain di dunia. Bangsa Indonesia seharusnya bisa menunjukkan kemampuan dan tekadnya bahwa dalam kurun waktu 10 tahun, bangsa Indonesia akan makmur dan diperhitungkan oleh dunia.

Dan terus terang saja saya sebagai warga negara Indonesia  sedih sekali, setiap kali perayaan HUT Kemerdekaan RI itu mereka yel-yel merdeka, merdeka, tapi merasa bangga. Merdeka tapi miskin.

Marilah kita isi kemerdekaan dengan kesejahteraan. Di tangan penjajah infrastruktur itu tumbuhnya lebih cepat. Masa, sekarang negara di tangan sendiri malah kita lalai, kita lupa dengan pembangunan itu sendiri. Kita lupa dengan mensejahterakan bangsa.

Ayo, mari  kita semua isi kemerdekaan dengan mewujudkan kesejahteraan!

Penulis adalah pengusaha nasional, pemilik kelompok usaha Blossom Group (Blossom Commercial Network) yang bergerak di bidang kontraktor, properti, dan consumer product, mantan calon presiden (Capres) dari PKPI 2014
 

Penulis : Ricky Sutanto
Editor : Farida Denura

Apa Reaksi Anda?