Kamis, 19 Oktober 2017 | 12:29 WIB

  • News

  • Editor's Note

Djarot Menghitung Hari, Anies-Sandi Ditagih Janji

Ilustrasi pasangan Anies-Sandi.
Netralnews/Adiel Manafe
Ilustrasi pasangan Anies-Sandi.

Berita Terkait

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Di penghujung masa jabatannya, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat justru terlihat lebih sibuk. Ia mengejar agar sejumlah proyek, terutama yang merupakan program berkesinambungan sejak zaman Gubernur Joko Widodo, dapat diselesaikan sebelum kepemimpinannya berakhir.

Menurutnya, program-program tersebut merupakan bagian dari apa yang telah dijanjikan pasangan Joko Widodo - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sejak 2012 lalu. Sehingga, janji-janji yang terkait dalam visi dan misi pasangan Jokowi-Ahok itu harus segera dituntaskan.

Bila melihat ke belakang, sejumlah perubahan banyak terjadi di ibukota sejak 2012. Hal itu terlihat pada pembangunan infrastruktur seperti jalan layang khusus bus Transjakarta yang menghubungkan Ciledug-Tendean, Simpang Susun Semanggi, dan lainnya.

Selain infrastruktur, ibukota juga memiliki Jakarta Smart City yang berguna untuk membangun Kota Jakarta menggunakan teknologi informasi. Dengan aplikasi ini diharapkan masyarakat dapat bersama-sama memantau kondisi Jakarta dan menjadikannya kota yang lebih baik lagi.

Kesuksesan dan kelancaran Jakarta Smart City bertumpu pada keberadaan dua apliksi, yakni Qlue dan Cepat Respons Opini Publik (CROP). Dengan aplikasi tersebut, masyarakat dapat melaporkan sendiri tentang berbagai hal, seperti jalan rusak, sampah yang menyumbat saluran air, masalah perparkiran. Dengan adanya laporan yang masuk, pihak terkait akan menanganinya dengan cepat.

Kemudian, pada masa kepemimpinan Ahok, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dibangun di sejumlah tempat. RPTRA tidak hanya sebagai tempat untuk bermain bagi anak-anak, namun juga tempat untuk belajar. Bahkan para orangtua pun dapat memanfaatkan tempat itu untuk berbagai aktivitas sosial.

Tak hanya itu, anak-anak dari warga yang kurang mampu dapat memperoleh Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang berisi bantuan untuk membeli keperluan sekolah yang tidak dapat diuangkan.

Namun, apakah program-program itu akan terhenti dan akan mengalami perubahan setelah tongkat kepemimpinan ibukota beralih kepada Anies Baswedan - Sandiaga Uno?

Dalam sejumlah kesempatan, pasangan pemenang Pilkada DKI Jakarta itu telah berjanji akan melanjutkan sejumlah program dari pemimpin sebelumnya. Sebagai contoh RPTRA. Sandiaga pernah berjanji akan melanjutkan pembangunan RPTRA di tiap kecamatan yang ada di ibukota ini.

Begitu juga dengan program KJP. Bahkan dalam kampanye mereka saat itu, mereka akan membuat KJP Plus yang tidak jauh berbeda dari KJP yang telah ada, namun bedanya dapat diuangkan atau dapat digunakan untuk mengambil uang secara tunai.

Lalu, bagaimana dengan janji-janji kampanye Anies-Sandi lainnya? Selama kampanye, pasangan itu selalu menjanjikan akan memberikan kesempatan pemilikan rumah dengan uang muka Rp0 atau Rumah DP Rp0. Selain itu janji lainnya, bantuan dana Rp1 miliar per RW, setop reklamasi, penutupan Alexis. Kemudian, pengusaha dari program Oke Oce akan dicarikan tempat usaha, modal, dan dicarikan pembeli.

Baca selanjutnya:

Editor : Y.C Kurniantoro

Apa Reaksi Anda?