• News

  • Editor's Note

Selamat Bekerja Merealisasikan Janji-janji Politik Anies-Sandi!

Anies-Sandi
suratkabar
Anies-Sandi

Berita Terkait

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Jakarta hari ini tanggal 16 Oktober 2017 resmi memiliki gubernur dan wakil gubernur yang baru. Adalah gubernur dan wakil gubernur yang ke-19; Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Keduanya akan dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara  pada hari Senin sore. 

Mereka dilantik setelah ditetapkan sebagai  pemenang pilkada yang dihelat pada bulan Pebruari awal tahun ini.  Mereka memanangkan pilkada dengan mengalahkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat pada putaran kedua yang berposisi sebagai petahana. 

Satu hal yang perlu dicatat dan telah tersimpan dalam ingatan publik adalah bahwa terpilihnya kedua pasangan ini setelah melewati suatu proses kampanye dan pamilihan yang berlangsung keras dan panas. 

Karena begitu keras dan panasnya pertarungan di antara kedua kubu ini membuat warga Jakarta terbelah dalam dua kubu yang terus bersitegang. 

Di tengah panasnya pertarungan politik antara kedua kubu ini, pasangan Anies-Sandi lalu keluar sebagai pemenang dengan perolehan atau peraihan dukungan 57,96 suara, sementara Basuki Tjahaja Purnama-Djaror Saiful Hidayat 42,02 persen.

Meskipun pihak pendukung Ahok-Djarot merasa kecewa bercampur tidak percaya karena melihat bahwa kedua pasangan petahana itu layak meneruskan memimpin Jakarta untuk lima tahun yang akan datang, karena berbagai prestasi yang telah mereka ukir selama menjabat. Namun itulah politik, tidak selamanya hitam putih; dari titik awal perjuangan sampai hasil akhir.

Maka, tidak ada jalan lain, suka atau tidak suka, semua harus melempangkan jalan bagi kedua pemimpin terpilih ini untuk memimpin Jakarta selama 5 tahun ke depan. Berhasil atau tidak, akan ditakar di penghujung lima tahun yang akan datang. 

Dan kini, ketika tulisan ini dibuat, beberapa jam ke depan Anies-Sandi akan dilantik. Ingat bahwa pelantikan adalah sebuah pemeteraian tanggung jawab moral dari rakyat kepada yang dilantik. Sehingga, ketika Anies-Sandi sore ini dilantik, maka saat itulah sebuah meterai  tanggung jawab moral kepemimpinan meteraikan di kening sang pemimpin. 

Tanggung jawab moral yang diterima Anies-Sandi adalah perealisasi janji-janji politik mereka yang sudah digelontorkan pada masa-masa kampanye.  Tanggung jawab moral yang diselipi atau ditopang oleh harapan rakyat yang telah memilih mereka. 

Apalagi, betapa hebat dan beratnya janji-janji kampanye yang pernah digelontorkan  Anies-Sandi yang selalu dicatat piblik rakyat Jakarta.  Tercatat ada sebelas janji yang digelontorkankan Anies-Sandi

Di antaranya ada empat janji yang boleh dikatakan super berat. Dan semua itu harus direalisasikan sebagai sebagai perwujudan tanggung jawab moral itu. Keempat janji itu adalah

1. Menghentikan Reklamasi Pantura, yang merupakan sebuah megaproyek di Teluk Jakarta. 

Sebuah janji yang sangat sulit direalisasikan mengingat banyak kepentingan yang bertarung di sekitarnya, seperti pemerintah pusat dan para pemodal raksasa yang selama ini menguasasi perekonomian Indonesia. 

Menteri Koordinator Maritim Luhut Binsar Panjaitan secara terang-terangan meminta agar Anies-Sandi meninjau kembali rencana menghentikan reklamasi karena proyek itu dibutuhkan masyarakat.

2. Rumah dengan DP Nol Persen

Sebuah janji yang memang sangat ampuh ketika itu yang cukup menarik minat para pemilih. Dan janji tersebut cukup mampu meningkatkan elektabilitas Anies-Sandi terutama di kalangan masyarakat kelas menengah bawah, terutama di kalangan buruh.

Bukan rahasia lagi bahwa masih sangat banyak warga Jakarta yang belum memiliki tempat tinggal layak huni.Tetapi persoalannya, membangun rumah dan kemudian menjualnya dengan DP nol persen di Jakarta sangat tidak logis.

Harga tanah di Jakarta sudah belasan juta rupiah. Biaya bangunan per meter persegi pun sudah di atas Rp 2 juta. Karena itu, Anies akan kesulitan mencari pemodal untuk membiayai program ini.

3. Membangun 200.000 Pengusaha (Wirausaha) Baru

Janji menciptakan para pengusaha baru di Jakarta banyak disampaikan oleh Sandiaga Uno yang memiliki latar belakang seorang pengusaha, yang dikonsepkan lewat program Oke Oce.

Di Jakarta ada 44 kecamatan dan di setiap kecamatan akan dibangun setidaknya satu tempat mendidik calon pengusaha-pengusaha baru.Cuma masalahnya, menjadikan seseorang sebagai pengusaha bukan semata-mata masalah permodalan saja.

Yang lebih penting dari itu semua adalah mengubah mindset. Cara pikir manusia yang dijadikan pengusaha itu harus berubah menjadi cara pikir seorang pengusaha. Sehingga, mencetak 200.000 pengusaha dalam waktu 5 tahun bukanlah pekerjaan mudah bagi Bang Sandi dan timnya.

4. Integrasi Semua Moda Transportasi di Jakarta

Ini program yang menarik dan sangat menyedot perhatian tidak hanya warga Jakarta tetapi mereka yang beraktivitas di Ibu Kota. Kenapa? Karena salah satu masalah klasik yang hingga kini seperti mustahil dipecahkan adalah masalah kemacetan. 

Tetapi, menjadikan semua moda transportasi di Jakarta terkoneksi menjadi satu juga bukanlah pekerjaan mudah. Juga kita  tahu, angkutan umum di Jakarta selama ini dikelola secara serampangan, tidak profesional, bahkan cenderung menggunakan pendekatan premanisme. Wajah transportasi  Jakarta pun tambah tak beraturan. 

Selain empat janji berat itu, ada juga janji-janji lain yang tidak ringan lainnya, seperti pemanfaatan Kartu Jakarta Pintar, Kartu Jakarta Sehat Plus, Modal kredit Usaha Perempuan Mandiri, menjadikan kepulauan Seribu sebagai kepulauan Pembangunan Mandiri, memperbaiki kesejahteraan petugas penanganan Prasarana dan sarana umum, dan lain-lain.

Lalu, apa yang mesti kita katakan di sini, kita hanya mau menegaskan diri  bersama segenap warga Jakarta mengucapkan selamat bekerja Anies-Sandi, dan di pundak Bapak berdua, seluruh warga Jakarta menggantungkan harapan. 

Harapan warga Jakarta, tidak muluk-muluk, dan hanya menginginkan Jakarta lebih baik dari sebelumnya di banyak aspek. 

Singkatnya, semoga motto Anies-Sandi , “Maju Kotanya, Bahagia Warganya”, benar-benar membumi dalam realitasnya.

Iya, kami berharap sambil menunggu, dan tentu ikut membantu dalam memajukan Jakarta sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Sekali lagi selamat!

 

 

Editor : Thomas Koten

Apa Reaksi Anda?