• News

  • Editor's Note

Dunia Bereaksi, Apa Kabar Donald Trump?

Dalam pernyataan pers di Gedung Putih, Presiden Trump juga mengatakan Israel memiliki hak untuk menentukan ibu kotanya.
Getty Images/BBC
Dalam pernyataan pers di Gedung Putih, Presiden Trump juga mengatakan Israel memiliki hak untuk menentukan ibu kotanya.

Berita Terkait

JAKARTA, NNC – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump adalah sosok fenomenal setelah memberikan pengakuan resmi bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Trump juga menjelaskan bahwa pemindahan Kedutaan Besar AS akan segera berproses.

Pidato bersejarah Trump ini disampaikan di Gedung Putih, Washington DC, pada Rabu (6/12/2017) siang waktu AS, atau Kamis (7/12/2017) dini hari waktu Indonesia. Trump didampingi Wakil Presiden AS Mike Pence saat menyampaikan pidato ini.

Trump juga menegaskan bahwa pengakuan Yerusalem ini tidak berarti menggugurkan komitmen AS terhadap upaya perdamaian bagi Israel dan Palestina. Dia menyatakan, AS tetap berkomitmen untuk mewujudkan solusi dua negara, asalkan disepakati oleh Israel juga Palestina. 

Dunia pun bereaksi atas pidato kontroversial itu yang memicu kutukan, kecaman, dan penentangan dari berbagai pihak. Pemimpin dunia dari berbagai belahan Negara serta sejumlah tokoh politik dunia, lembaga keagamaan bereaksi keras dan menyatakan keprihatinan atas keputusan AS mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel

Bahkan PBB dan Paus Fransiskus pun mengungkapkan kekhawatirannya terkait keputusan Trump atas Yerusalem. Pengumuman tersebut dinilai akan memancing ketegangan baru di kota suci bersejarah yang dipuja oleh orang-orang Yahudi, Kristen, dan Muslim itu.

Dari Indonesia, Presiden Joko Widodo dengan gamblang menegaskan Indonesia mengecam keras kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan memindahkan Kedutaan Besar AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem. Tegas dan jelas, tidak samar dan tidak multitafsir.

Bukan hanya menolak pengakuan Jerusalem sebagai ibu kota Israel, Presiden memastikan sikap Indonesia tetap konsisten untuk terus bersama rakyat Palestina memperjuangkan kemerdekaan dan hak-hak mereka. Itulah sikap sesuai dengan amanat UUD 1945. Sikap tersebut juga diikuti langkah diplomasi aktif Indonesia, sebagaimana yang juga diamanatkan konstitusi untuk berperan aktif menghapuskan segala bentuk penjajahan di muka bumi.

Indonesia secara politik juga menjadi pihak yang tak pernah sungkan mendengungkan hak-hak Palestina yang selama ini tertindas sejak Israel mengklaim wilayah Palestina yang mereka duduki. Presiden Jokowi menegaskan kebijakan mendukung kemerdekaan Palestina seutuhnya harus menjadi pegangan seluruh diplomasi internasional yang dilakukan pemerintah Republik Indonesia.

Tidak ada ruang secuil pun bagi upaya sepihak Amerika Serikat untuk meneguhkan pendudukan Israel di Palestina. Bahkan, Presiden Jokowi akan hadir langsung dalam sidang Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk menguatkan dukungan Indonesia terhadap Palestina pada Rabu (13/12/2017) di Istanbul, Turki.

Barbara Plett Usher, wartawan BBC di Kementerian Luar Negeri AS menyebut bahwa tidak ada strategi khusus di balik keputusan ini. Fakta bahwa Palestina, dan seperti dilaporkan, para pemimpin dunia Arab, dikejutkan oleh keputusan ini merupakan satu tanda bahwa ini bukan merupakan bagian dari strategi Timur Tengah yang lebih luas.

Dalam pernyataan pers di Gedung Putih, Presiden Trump juga mengatakan Israel memiliki hak untuk menentukan ibu kotanya.

Lebih lanjut dia menyatakan, ada spekulasi bahwa Trump berupaya untuk mengubah beberapa hal sebagai taktik persiapan di lapangan untuk perundingan damai, namun ada lebih banyak bukti yang menunjukkan bahwa Trump hanya berfokus pada pemenuhan janji kampanye terhadap Yahudi Amerika pro-Israel dan kelompok Kristen Evangelis yang merupakan basis massa politisnya.

Keputusan Trump ini memang berbeda dari presiden-presiden AS sebelumnya, mendapat kecaman dunia, dan mengejutkan banyak orang dan sepertinya Trump memang ingin berbeda dari Presiden AS lain.

Namun juga keputusan ini diambil untuk memuaskan massa pendukungnya, sehingga sepertinya sulit untuk membayangkan Trump mengubah keputusan.

Pengumuman Trump ini merupakan ujian baru bagi Timur Tengah. Setidaknya, ada reaksi kuat dari sekutu AS di dunia Arab, menurut Usher.

Berbeda dengan Israel sendiri. Israel adalah satu-satunya negara yang menyambut keputusan Presiden Amerika Serikat Donald .

"Keputusan Presiden (AS) merupakan langkah penting menuju perdamaian, karena tidak ada perdamaian yang tidak memasukkan Yerusalem sebagai ibu kota negara Israel. Saya berbagi komitmen dengan Presiden Trump untuk memajukan perdamaian antara Israel dan semua tetangga kami, termasuk warga Palestina," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Pemerintah Republik Ceska, Rabu (6/12/2017) juga mengatakan pihaknya mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Pernyataan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pengakuan serupa.

Nah, hari ini hingga pekan ke depan gelombang aksi protes akan terus mewarnai dunia. Trump sebagaimana dipantau di berbagai media belum menyampaikan sikapnya atas reaksi keras dari berbagai belahan dunia ini. 

Trump saat ini memilih diam, belum bereaksi! Tentu dengan sejumlah pertimbangannya.  Keputusan Trump adalah keputusan politik dalam merealisasikan janji politiknya kepada konstituen saat mencalonkan dirinya sebagai Presiden Amerika Serikat.

Kita tunggu saja sikap Trump setelah menyaksikan gelombang protes dari berbagai belahan dunia, berbagai lembaga agama, dan organisasi-organisasi lainnya. 

Akankah Trump menarik kembali keputusannya atau tetap teguh dengan keputusannya? Trump memang sosok fenomenal yang menggetarkan dunia di penghujung tahun 2017.

 

 

 

 

 

 

Editor : Farida Denura

Apa Reaksi Anda?