• News

  • Editor's Note

Punya Modal Bagus, Mampukah Bulutangkis Indonesia Bersinar di Tahun 2018?

Penggemar bulutangkis Indonesia.
I Love Indonesia
Penggemar bulutangkis Indonesia.

JAKARTA, NNC – Titik terang sudah mulai terlihat dari bulutangkis Indonesia yang sempat meredup dalam beberapa tahun terakhir. Di sepanjang tahun 2017, tim Merah-Putih sudah mampu memberikan prestasi yang cukup gemilang.

Pada tahun 2017, mungkin merupakan tahun fenomenal bagi bulutangkis Indonesia dalam lima tahun terakhir. Prestasi Indonesia berhasil melebihi catatan yang ditorehkan pada 2013 lalu saat mengoleksi 11 gelar juara super series. Di tahun ini, untuk gelaran turnamen super series saja, total dari 13 super series yang diikuti oleh wakil Indonesia, ada 12 gelar juara yang dibawa pulang. 

Melihat statistik, jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, di mana Indonesia hanya merebut sembilan gelar juara. Pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamulyo dan Marcus Fernaldi Gideon menjadi yang paling menonjol dengan raihan tujuh gelar superseries. Mereka bahkan memecahkan rekor juara terbanyak yang diraih dalam satu tahun. Terakhir, mereka juara di Dubai World Superseries Finals 2017 dengan mengalahkan pasangan Cina Liu Cheng/Zhang Nan dua set langsung. 

Di ganda putri juga menunjukkan peningkatan prestasi. Greysia Polli/Apriyani menunjukan bahwa bulutangkis putri Indonesia mulai bangkit kembali. Mereka menjadi juara di France Open dan melaju ke final di Hong Kong Open. Meski tidak diunggulkan, mereka melibas pasangan unggulan lain dari Cina hingga Jepang. 

Untuk nomor tunggal putra, Susy menilai Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting cukup menunjukkan eksistensi mereka di tingkat dunia. Salah satunya dengan capaian all Indonesian final di Korea Super Series.

Di ganda campuran, dua pasangan andalan Indonesia, Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto dinilai cukup apik. Apalagi keduanya mampu lolos ke Dubai World Super Series Finals 2017.

Sayangnya meski berjalan mulus di turnamen bulutangkis perorangan, di level kejuaraan beregu, kekuatan yang tidak merata membuat Indonesia belum bisa berbicara lebih. Di Piala Sudirman 2017 yang merupakan kejuaraan tertinggi di kategori ini, Indonesia harus puas hanya menduduki posisi 9 dunia. Dibawah pencapaian Malaysia yang menempati posisi 7 dan Thailand di 4 besar dunia.

Kendati demikian, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia tidak merasa puas. Federasi bulutangkis nasional itu meminta seluruh atlet meningkatkan prestasi. Apalagi di tahun 2018, ada agenda besar Asian Games 2018 yang bertempat di Indonesia.

Berprestasi

Menariknya, target PBSI di tahun itu seolah menemui titik terang. Pasalnya, tim bulutangkis Indonesia bisa dibilang berhasil saat turun di dua turnamen super serier, Indonesia Masters 2018 dan India Masters 2018.

Pada perhelatan Indonesia Masters 2018 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, 23-28 Januari., Indonesia berhasil menjadi juara umum. Indonesia mengoleksi dua gelar yang dipersembahkan oleh Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra) dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (ganda putra). Sementara itu, tiga gelar masing-masing dimiliki oleh Taiwan, Tiongkok, dan Jepang.

Pencapain serupa terjadi saat tim Indonesia turun di India Terbuka 2018. Tim Merah-Putih sebetulnya punya peluang untuk meraih tiga gelar tapi hanya dua mahkota yang bisa dibawa pulang ke Tanah Air.

Dua gelar tersebut dipersembahkan dari nomor ganda putra dan ganda putri. Pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih kemenangan atas pasangan Thailand Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai dengan 21 – 18 dan 21 – 15.

Kemudian gelar kedua direbut ganda putra pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Di final The Minions mengalahkan wakil Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen dengan 21 – 14 dan 21 – 16.

Sayangnya sukses dua pasangan ganda putra dan ganda putri tidak diikuti oleh pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Deava Oktavianti. Praveen/Melati ditundukkan unggulan 5 dari Denmark, Mathias Christiansen/Christinna Pedersen dengan 14 – 21 dan 15 – 21.

Setelah India, tim bulutangkis Indonesia akan menjalani turnamen bergengsi, All England Premier of Premier (Birmingham), 14-18 Maret, Malaysia Terbuka Superseries Premier (Kuala Lumpur), 26 Juni-1 Juli, Indonesia Terbuka Premier of Premier (Jakarta), 3-8 Juli,  Thailand Terbuka Superseries (Bangkok), 10-15 Juli,  Singapura Terbuka Superseries (Singapura), 17-22 Juli sebelum turun di Asian Games 2018.

Dengan peningkatan prestasi tersebut, kita sebagai pecinta bulutangkis, olahraga paling favorit kedua di Indonesia setelah sepakbola diharapkan mampu lebih bersinar di tahun 2018.

 

 

 

Editor : Widita Fembrian

Apa Reaksi Anda?