• News

  • Editor's Note

MotoGP 2018, Pebalap Satelit Mulai Ganggu Dominasi Rider Pabrikan 

Dua pebalap tim satelit, Johann Zarco (kiri) dan Cal Crutchlow (kanan) naik podium di GP Argentina 2018.
Mirror
Dua pebalap tim satelit, Johann Zarco (kiri) dan Cal Crutchlow (kanan) naik podium di GP Argentina 2018.

Berita Terkait

JAKARTA, NNC – Balapan MotoGP 2018 baru berlangsung dua seri. Tapi kejutan sudah terjadi. Pemuncak klasemen sementara bukan berasal dari pebalap pabrikan, melainkan rider dari tim satelit.

Pebalap Tim LCR Honda, Cal Crutchlow, sukses keluar sebagai juara dalam balapan seri kedua MotoGP 2018 yang berlangsung di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, Senin (9/4/2018) dini hari WIB. Kemenangan itu mengantar Crutchlow mengambil alih puncak klasemen sementara MotoGP 2018 dengan koleksi 38 poin.

Pemenang seri perdana di GP Qatar, Andrea Dovizioso menempati peringkat kedua dengan perolehan 35 poin. Pebalap tim Ducati Corse itu hanya mampu menambah 10 poin lantaran finis di urutan keenam saat balapan di GP Argentina.

Kejutan pun datang dari rookie of the year 2017, Johann Zarco. Pebalap tim Yamaha Tech 3 naik secara drastis ke peringkat ketiga klasemen MotoGP 2018 dengan mengemas 28 poin. Sebelumnya, pembalap berkebangsaan Prancis itu berada di peringkat kedepalan. Hasil tersebut ia dapatkan karena mampu finis di urutan kedua pada GP Argentina.

Melihat situasi di atas, tentu saja menjadi sinyal berbahaya bagi tim maupun pebalap pabrikan yang berisi Repsol Honda, Movistar Yamaha, Suzuki Ecstar, Ducati Team, KTM, dan Aprilia Gresini. Apalagi, tim setelit LCR Honda, Marc VDS Honda, Pramac Ducati, Avintia Ducati, Aspar Ducati, Yamaha Tech 3 sudah menunjukkan taringnya.

Memang masih ada 17 seri yang harus dilalui seluruh pebalap. Tapi, nama-nama seperti Cal Crutchlow dari LCR Honda, Johann Zarco Yamaha Tech3, atau Danilo Petrucci dan Jack Miller sudah menunjukkan kehebatannya.

Pada musim 2016, Jack Miller di luar dugaan mampu menjadi juara pada seri GP Belanda yang berlangsung di Sirkuit Assen. Kemudian Cal Crutchlow yang sukses menyabet dua podium utama bersama LCR Honda di seri GP Ceko yang berlangsung di Brno dan GP Australia (Sirkuit Philip Island).

Kendati di musim 2017 tidak ada pebalap satelit yang mampu meraih podium, tapi Johann Zarco tampil luar biasa. Kiprah Johan Zarco kala tampil pada tahun perdananya di kejuaraan dunia MotoGP bersama Tim Monster Yamaha Tech 3 memang sungguh luar biasa. Bagaimana tidak dari 18 balapan yang digelar, Zarco mampu meraih tiga podium.

Ketiga balapan yang sukses Zarco selesaikan dengan meraih adalah MotoGP Prancis, MotoGP Malaysia, serta MotoGP Valencia. Keberhasilan tersebut mengantarkan Zarco pun merebut titel sebagai Rookie of the Year untuk MotoGP 2017.

Belum lagi ditambah lima rookie pada kelas MotoGP, yakni Franco e (Marc VDS), Thomas Luthi (Marc VDS), Takaaki Nakagami ( LCR Honda), Hafizh Syahrin (Yamaha Tech3) dan Xavier Simeon (Avintia Racing). 

Mulai Menggeliat

Sejak MotoGP kembali ke mesin 1.000 cc pada tahun 2012, selama tiga tahun podium kemenangan hampir selalu diisi oleh tim pabrikan seperti Honda, Yamaha, dan Ducati. Padahal terdapat hingga 25 motor yang turun balap setiap musimnya. 

Sedikitnya anggaran untuk melakukan riset, pengembangan, dan mendapatkan spek motor yang ideal membuat tim-tim satelit menjadi penggembira balapan belaka. Hanya beberapa tim satelit dengan sponsor besar dan dukungan dari tim pabrikan seperti Tech3 dan Gresini (pada musim 2012) yang mampu bersaing dan naik ke podium.

Untuk mengikuti balapan di MotoGP, tim satelit biasanya menyewa mesin atau motor dari tim pabrikan. Dari enam tim pabrikan musim ini, ada tiga tim yang menyediakan motor atau mesin untuk tim satelit, yaitu Honda, Ducati, dan Yamaha. 

Spesifikasi motor yang diterima oleh tim satelit biasanya lebih rendah dari spesifikasi motor yang digunakan oleh tim pabrikan. Semakin besar dana yang tim satelit siap kucurkan, semakin mendekati spesifikasi motornya dengan motor tim pabrikan. 

Namun, mulai musim balap 2016 menjadi tonggak bangkitnya tim satelit di MotoGP. Hal ini merupakan dampak regulasi baru yang dikeluarkan Dorna Sports selaku penyelenggara MotoGP. Peraturan soal perangkat elektronik komputer (ECU) dan perangkat lunaknya yang harus seragam yang mulai diterapkan pada musim ini sejatinya telah dicoba di musim balap 2016 dengan beberapa penyesuaian. 

Hasilnya begitu jelas, dominasi  yang biasanya dihuni duo Honda (Marquez dan Pedrosa) dan duo Yamaha (Lorenzo dan Rossi), tak lagi nampak. Jarak antara tim pabrikan dan satelit semakin dekat.

Regulasi baru itu yang membuat persaingan balap MotoGP semakin kompetitif musim ini (2018).  Kita nantikan apakah para pebalap dari tim satelit bisa menjadi juara di MotoGP 2018.

 

Editor : Widita Fembrian

Apa Reaksi Anda?