• News

  • Editor's Note

Pesta Demokrasi Itu Bernama Pilkada Serentak

Pilkada serentak menandai pesta demokrasi Indonesia.
Net
Pilkada serentak menandai pesta demokrasi Indonesia.

JAKARTA, NNC - Hari ini, 27 Juni, sebanyak 171 daerah akan mengadakan pemilihan kepala dearah (Pilkada) antara lain 17 Propinsi , 39 kota dan 115 kabupaten. Pilkada serentak di tahun 2018 ini merupakan pilkada serentak yang lebih banyak  dibandingkan  tahun-tahun sebelumnya.

Pemerintah pun telah menetapkan hari libur nasional agar memudahkan mobilisasi masyarakat untuk mencoblos. Daerah yang tak ikut pilkada serentak pun warganya diuntungkan dengan adanya libur nasional ini.
Seperti diketahui, tujuan dari pilkada adalah mulia adanya untuk mewujudkan keadilan demokrasi yang ada diseluruh wilayah Indonesia. Dan pilkada serentak ini salah satu bukti bahwa Indonesia merupakan negara demokrasi terbesar di dunia.

Dalam Pilkada serentak andil partai politik sangat dominan, sesuai dengan regulasi yang ada setiap calon membutuhkan minimal 20 kursi di DPR setiap daerah, hal menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi partai untuk mengusung calonnya. Semua partai melakukan lobi, kampanye, dan konsolidasi untuk memenuhi target syarat tersebut. Dengan begitu partai yang kekurangan kursi melakukan koalisi untuk menentukan calon yang akan di usung.

Siapapun yang memenangkan Pilkada harus mengacu pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan menjaga keutuhan NKRI.Pedomannya sudah jelas, yaitu empat pilar kebangsaan. Yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD Tahun 1945 sebagaikonstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Satu per satu dari empat pilar tersebut, bahwa pilar pertama Pancasila merupakan dasar dan falsafah bangsa yang menjadi pedoman kehidupan berbangsa. Pilar kedua, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, pilar keempat NKRI, sebuah negara kesatuan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, dan pilar ke empat Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki makna berbeda-beda suku, agama, ras dan adat istiadat tetapi hidup berdampingan dengan rukun dan damai dalam kerangka NKRI. Tidak hanya tanggung jawab pemerintah dan DPR/MPR, tetapi juga kewajiban seluruh lapisan masyarakat untuk ikut menanamkan nilai-nilai ideologi Pancasila.

Dalam perpolitikan, sudah sewajarnya jika memiliki perbedaan pandangan politik maupun pilihan. Apalagi dalam pesta demokrasi semacam Pilkada serentak. Namun, perbedaan tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk saling membenci dan bermusuhan, apalagi hingga menyebabkan konflik. Apalagi masyarakat Indonesia ini walaupun heterogen, sudah rukun sejak dahulu.

Jadi selamat mencoblos dan memilih kepala daerah bagi masyarakat yang melaksanakan pesta demokrasi.Pilihlah kepala daerah yang tak pernah bermasalah dengan hukum. Pilihlah kepada daerah yang jujur, pemerhati rakyat, kerja nyata dan bukan yang senang PHP alias pemberi harapan palsu. Salam perdamaian.

Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?