• News

  • Editor's Note

Menanti Debut E-Sport di Ajang Asian Games 2018

Atlet e-sport sedang bertanding.
Mashable
Atlet e-sport sedang bertanding.

JAKARTA, NNC – Hanya tinggal menghitung hari saja ajang paling bergengsi di Benua Asia, Asian Games 2018 akan berlangsung. Kita sebagai masyarakat Indonesia sangat beruntung karena bisa menyaksikan secara langsung seluruh pertandingan yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus sampai 2 September mendatang.

Perhelatan akbar yang berlangsung empat tahunan sekali ini rencananya akan diikuti 45 negara dari seluruh Asia. Mereka akan membawa atlet terbaiknya untuk bisa mendulang sebanyak-banyaknya medali demi menjadi kampiun.

Tentu saja penikmat olahraga di seluruh Asia akan terfokus melihat cabang yang digemari secara massal, misal sepakbola, bulutangkis, bola voli, maupun atletik. Tapi, pada perhelatan Asian Games 2018 ini ada yang sedikit berbeda dari penyelenggaran sebelum-sebelumnya.

Untuk kali pertama, Asian Games di Indonesia akan menyelenggerakan perlombaan olahraga digital atau kerap disebut e-sport. Para negara peserta seperti Jepang, Korea Selatan sampai Tiongkok menyambut dengan antusias lomba e-sport.

Hal itu terbukti ketika setiap negara peserta menunjuk para wakil terbaiknya. Bahkan, Korea Selatan dikabarkan siap mendatangkan deretan pemain profesional kelas dunia untuk bermain di Indonesia

Padahal, sebelumnya olahraga e-sport sempat diremehkan. Tapi, dengan perkembangan zaman, olahraga yang berbasis teknologi itu mampu merambah berbagai usia, termasuk dewasa. Dan, kini sudah diakui sebagai olaharga yang mendunia.

Jangan meremehkan e-sport. Misalnya DotA 2 dan Mobile Legend (ML), kedunya bisa mengasah cara berpikir, kerjasama tim, ketangkasan tangan, hingga kontrol emosi. 

Bahkan, ada perlombaan DotA 2 menyediakan total hadiah mencapai 277 miliar rupiah! Memang, kamu harus sangat jago untuk bisa berbicara banyak di kompetisi ini. Jadi, dibutuhkan latihan dengan durasi tinggi dan modal yang besar. Tapi, bukankah sama saja dengan olahraga lain, yang butuh latihan secara intensif dan modal untuk membeli peralatan.

Stigma buruk yang dihadapi oleh pemuda-pemudi generasi milenial yang ingin merintis karier sebagai atlet e-sport adalah stigma buruk yang didapat kebanyakan dari lingkungan terdekatnya. 

Padahal jika dilihat progresnya, game sudah berkembang sangat pesat. Game-game zaman baru, terutama dengan mode online, sudah meninggalkan kesan “fun” di dalamnya. Sebut saja DotA2, FIFA, Mobile Legend, Arena of Valor, dst, dst, dst.

Menantikan Debut

Perkembangan e-sport dalam realita kekinian juga sangat bagus. Di beberapa negara, seperti Korea Selatan dan Jepang, pendidikan e-sport sudah ditanamkan sejak dini. Hal tersebut membuat Presiden Indonesia, Joko Widodo, pada tahun lalu berseloroh ingin memasukan elemen e-sport dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Cabang e-sport bakal menjalani debut Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta dan Palembang. Pemenang cabang e-sport tahun ini memang belum berhak mendapatkan medali.

Nah, dalam gelaran selanjutnya pada tahun 2022 di Tiongkok, pemenangnya tak hanya mendapatkan hadiah, namun juga medali seperti cabang-cabang olahraga lainnya.

Panitia Asian Games 2018 atau INASGOC memang belum merilis berapa negara yang akan ikut berpartisipasi di cabang e-sport. Tapi, Indonesia memastikan diri untuk turun. Para atlet terbaik itu tentu saja diharapkan mampu mendulang prestasi yang tinggi.

Kita nantikan saja bagaimana aksi para gamers tersebut saling berjibaku untuk saling mengalahkan. Ada enam game ayang akan diperlombakan pada gelaran tahun ini

1. Arena of Valor

AOV merupakan game berjenis Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) dan menjadi game MOBA nomor satu di Asia dengan unduhan lebih dari jutaan.

2. Pro Evolution Soccer

Game sepak bola buatan Konami Jepang yang populer di Asia sejak bernama Winning Eleven. Para gamer bisa memainkan tim kesayangannya, baik klub maupun negara dalam sebuah pertandingan sepakbola.

3. League of Legends

League of Legends adalah game online yang bersifat kompetitif dengan menggabungkan kecepatan dan intensitas dari game RTS dengan sedikit unsur RPG di dalamnya. 

4. Clash Royale

Game buatan dari tim pengembang Supercell yang merupakan sebuah game yang menggabungkan sebuah permainan RTS dan MOBA, dengan sebuah permainan kartu.

5. Hearthstone

Hearthstone merupakan sebuah collectible card game yang mengambil setting di dunia Warcraft. 

6. Starcraft 2

StarCraft adalah sebuah permainan strategi dengan waktu nyata yang dibuat oleh Blizzard Entertainment dan merupakan produk pertama dari serial StarCraft.

 

Editor : Widita Fembrian

Apa Reaksi Anda?