Selasa, 24 Oktober 2017 | 03:48 WIB

  • News

  • Editor's Note

Hati-hati, Pelaku Kekerasan Semakin Sadis

Ilustrasi aksi kejahatan.
Istimewa
Ilustrasi aksi kejahatan.

Berita Terkait

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Akhir-akhir ini sejumlah media memberitakan tentang aksi perampokan atau pencurian yang disertai dengan kekerasan, bahkan dengan pembunuhan. Seperti halnya yang terjadi di kawasan Cengkareng Timur, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.

Pada kasus tersebut, seorang pria yang baru saja mengambil uang di BCA, dirampok oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor. Saat itu korban sedang mengisi angin mobilnya yang kempis. Polisi menduga ban mobil korban telah disobek dengan senjata tajam.

Saat pelaku melakukan eksekusi untuk mengambil tas yang dibawa korban, sempat terjadi aksi saling tarik antara korban dan pelaku. Akhirnya, salah satu pelaku melepaskan tembakan ke arah korban, hingga akhirnya korban pun tewas di tempat.

Selain itu, aksi kejahatan dengan menembak korbannya juga terjadi di Karawaci, Tangerang, Senin (12/6/2017) lalu. Pada peristiwa ini, korban memergoki pelaku sedang berusaha mengambil sepeda motor milik korban.

Korban yang bernama Italia Chandra Kirana Putri (23), warga Jalan Gunung Raung, RT 02/10, Perumahan Bugel Indah, Kelurahan Bugel, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Banten, memergoki dua pelaku sedang berusaha mengambil sepeda motor milik korban. Melihat hal itu, korban pun langsung meneriaki pelaku dan melemparnya dengan sapu.

Namun tak disangka, salah satu pelaku sambil meninggalkan lokasi berbalik arah dan menembak korban dengan senjata api. Korban pun tersungkur seketika. Kedua pelaku itu pun langsung melarikan diri.

Dari kedua peristiwa kekerasan yang sempat menjadi sorotan media akhir-akhir ini, membuat masyarakat menjadi was-was dan takut, terutama untuk bepergian pada malam hari atau mengambil uang dalam jumlah besar.

Untuk itu, pihak kepolisian pun menawarkan kepada masyarakat untuk menggunakan jasa pengawalan bila mengambil uang di bank, terutama dalam jumlah besar. Bahkan, pihak kepolisian menyatakan akan memberikan jasa pengawalan tersebut secara gratis.

Selain itu, untuk mengantisipasi meningkatnya tindak kejahatan menjelang libur Idul Fitri, pihak kepolisian, dan bahkan pihak Pemprov DKI, mengimbau kepada masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri, agar melaporkan kepada pengurus RT atau RW setempat. Hal ini dimaksudkan agar pihak pengurus RT atau pun tetangga dapat mengawasi rumah yang ditinggalkan kosong tersebut.

Tak hanya itu, sejumlah kantor instansi pemerintah dan militer pun menyediakan lahannya untuk penitipan kendaraan bermotor bagi masyarakat yang akan pergi mudik Lebaran. Hal ini juga dilakukan agar tindak kejahatan dapat diminalisir.

Tindak kejatahan menjelang Idul Fitri memang biasanya meningkat. Namun uniknya, aksi perampokan terhadap salah seorang nasabah BCA, yang terjadi di Cengkareng Timur, saat mengisi angin ban, salah satu pelakunya merupakan calon Kepala Desa Pardasuka Selatan, Pardasuka, Pringsewu, Lampung.

Pelaku perampokan terhadap Davidson Tantono yang berinisial DTK berperan sebagai mata-mata yang masuk ke dalam bank untuk mengawasi dan memilih calon korban. Kemudian setelah menentukan calon korban, DTK menginformasikan kepada rekan lainnya untuk melakukan aksi perampokan terhadap calon korban.

Hasil perampokan tersebut dikumpulkan DTK, untuk kemudian digunakan untuk modal kampanye sebagai calon kepala desa. Hal tersebut disampaikan Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Aris Priyono, setelah berhasil menangkap DTK dan memeriksanya.

Hal tersebut mungkin membuat kita heran, seorang calon kepada desa mencari dana kampanye dengan cara melakukan aksi perampokan. Demi mengejar suatu jabatan, atau demi menaikan status sosial, seseorang rela melakukan kekerasan bahkan pembunuhan.

Memang sebenarnya, apapun tujuannya, aksi kekerasan, perampokan, pencurian, bahkan pembunuhan tidak dibenarkan. Untuk mengurangi terjadinya aksi-aksi tersebut, sejumlah wilayah pun mulai menggalakkan siskamling. Pihak kepolisian pun mengintensifkan patroli, terutama di kawasan yang rawan terjadinya aksi kejahatan.

Namun, tentunya diperlukan peran serta dari masing-masing pribadi untuk selalu waspada dan tidak memancing terjadinya tindak kejahatan. Hal itu dapat dilakukan seperti misalnya dengan tidak menggunakan perhiasan yang mencolok, mengurasi penggunaan uang tunai untuk pembayaran, dan menggunakan pengawalan polisi bila hendak mengambil uang dengan jumlah besar, apalagi hal itu ditawarkan secara gratis.

  

 

Editor : Y.C Kurniantoro

Apa Reaksi Anda?