Selasa, 21 November 2017 | 11:35 WIB

  • News

  • Editor's Note

Masa Orientasi Siswa, Tahap Awal yang Menyenangkan atau Menakutkan?

Masa Orientasi Siswa digelar pada Tahun Ajaran Baru.
Media Pendidikan
Masa Orientasi Siswa digelar pada Tahun Ajaran Baru.

Berita Terkait

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Libur telah usai, masa pendaftaran siswa baru pun telah berakhir. Kini saatnya para siswa mempersiapkan diri memasuki sekolah baru dan mengikuti masa orientasi. Di beberapa wilayah, Senin (17/7/2017) merupakan awal masuk sekolah, namun beberapa wilayah lainnya, pada pekan lalu sudah mulai menjalani kegiatan awal tahun ajaran baru 2017/2018.

Masa orientasi ini penting bagi siswa sebagai tahap pengenalan lingkungan sekolah, civitas akademika dan budaya sekolah. Namun, pemerintah sejak awal telah membuat rambu-rambu agar Masa Orientasi Siswa (MOS) sebatas pengenalan aktivitas sekolah pada siswa baru dan bukan mengarah pada perpeloncoan.

Aturan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru. Kegiatan bagi siswa baru yang tercantum dalam Permendikbud itu mengenai pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru seperti pengenalan program, sarana dan prasana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri dan pembinaan awal kultur sekolah.

Meski begitu, pihak sekolah juga harus benar-benar serius dalam melaksanakan MOS agar tindakan kekerasan atau perpeloncoan tidak terjadi. Dinas Pendidikan juga sudah membuat aturan yang menjadi acuan bagi sekolah dalam penerapan MOS.

Seperti yang ditegaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan Nusa Tenggara Timur Yohana Lisa Paly, dikutip dari laman Antara yang mengatakan, pada MOS ini, siswa baru tidak diperkenankan memakai atribut-atribut di luar atribut sekolah. Jika masih terdapat sekolah yang melakukan praktik perpeloncoan maupun kekerasan terhadap siswa baru, maka Dinas Pendidikan akan menindak tegas.

Praktik MOS tanpa kekerasan, sudah dialami oleh para pelajar di SMP Negeri 18 Kota Pekanbaru, Riau. Bahkan selama dua hari MOS, siswa baru mengaku nyaman dengan teman-teman baru, kakak kelas dan guru mereka yang baru. Meski disuruh oleh kakak kelas untuk membawa perbekalan MOS seperti topi dari daun nangka dan papan nama dari kertas karton, namun tidak ada tindakan kekerasan membuat orangtua dan siswa baru mengaku lega.

"Ya terang aja, saya malu memakainya dari rumah, tentunya disimpan dulu dalam tas dan setelah MOS mulai topi dan kalung identitas, baru dipakai. Berikutnya sebatang coklat yang juga dibawa masing-masing pelajar dikumpulkan dan dimakan bersama-sama," kata Genta Sihera, pelajar dari sekolah tersebut.

Mengubah Tradisi

Menjadikan MOS “ramah” dan bukan “menakutkan” memang harus dilakukan oleh semua sekolah. Pelajaran sekian tahun, banyaknya siswa yang sakit hingga ada juga yang merenggang nyawa karena masa orientasi diubah menjadi masa kekerasan atau perpeloncoan menyebabkan tahap awal pertama masuk sekolah terkadang membuat siswa baru maupun orangtua siswa menjadi was-was.

Pada masa perpeloncoan di tahun-tahun sebelumnya, kakak-kakak senior dengan mudahnya memberikan tendangan dan pukulan serta tamparan jika melihat ada tingkah atau hal-hal yang tidak menyenangkan mereka terhadap siswa baru.

Di 2015, misalnya, ada kasus yang mencuat dimana seorang siswa di Bekasi, diduga meninggal karena kelelahan ketika disuruh berjalan kaki 4 kilometer. Di tahun yang sama, seorang siswa baru, Muhamad Arif Husein (13), siswa SMP Negeri 11, meninggal karena sakit di perut. Kepada orangtuanya, Arif mengaku mendapatkan pukulan dan tendangan di dada serta perut dari kakak kelasnya.

Padahal, ketika itu sudah ada aturan orientasi siswa dalam Permendikbud Nomor 55 Tahun 2014.  Oleh karena dinilai tidak efektif, pemerintah pun mengeluarkan Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 untuk menggantikan Permendikbud Nomor 55 Tahun 2014.

Tentu saja, harapan kita, di tahun ini maupun tahun-tahun selanjutnya, tidak ada lagi kekerasan terhadap siswa baru yang terjadi, yang mencoreng dunia pendidikan kita. Semoga!

Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?