Selasa, 22 Agustus 2017 | 12:30 WIB

  • News

  • Editor's Note

Manuver Partai Politik Mengusung Capres-Cawapres 2019

Presiden Jokowi dan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto
Poskotanews
Presiden Jokowi dan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kita semua tahu bahwa tahun ini kita baru memasuki tahun 2017. Artinya dua tahun lagi baru dilaksanakan Pemilihan Presiden RI. Meski demikian, hiruk pikuk politik dari hari ke hari kian semarak dengan pemberitaan yang sudah mulai terdengar secara heboh sekarang ini. 

Figur seperti Prabowo dan Jokowi pun mulai dikait-kaitkan dengan Pilpres 2019 Calon Presiden itu pun masih wajah lama namun masih seksi di mata pemilih. 

Kita juga menyaksikan terjadinya polarisasi partai dalam memberi dukungan pada calon presidennya. Netralnews.com memberitakan fenomena tersebut. Partai seperti Hanura dengan tegas mencalonkan Jokowi sebagai Calon Presiden. Ketua Umum DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang meminta seluruh kadernya untuk bekerja keras dukung Joko Widodo sebagai calon Presiden di Pilpres 2019 mendatang. Demikian halnya juga dengan PPP. Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto berpesan agar kader Golkar harus pilih Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Partai lainnya adalah Partai NasDem. Ketua Umum DPP Partai Nasional Demokrat Surya Paloh menegaskan keinginannya untuk kembali memenangkan Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang. Nasdem berkepentingan memenangkan kembali Jokowi karena agenda restorasi Partai NasDem mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

Menurutnya, Partai NasDem adalah partai politik pendukung pemerintah sehingga akan melakukan berbagai upaya agar pemerintahan bisa sukses dan bertahan. Ini misi besar Partai Nasional Demokrat, tegas Surya Paloh.

Untuk mewujudkan misi besar tersebut, maka seluruh kader dan pengurus Partai NasDem harus mampu meyakinkan seluruh kalangan di luar partai untuk bersimpati dan memiliki kepercayaan tinggi terhadap personafikasi Jokowi.

Yang sangat menarik adalah dukungan yang diberikan Partai Perindo. Kabar mengejutkan datang dari Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo. Di tengah panasnya kondisi politik saat ini, Hary Tanoe memberi sinyal bakal mendukung Presiden Joko Widodo sebagai Calon Presiden (Capres) pada pemilu 2019 mendatang. Padahal, kita semua tahu Hary Tanoe selama ini begitu dekat dengan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.

Deklarasi dukungan itu akan disampaikan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Perindo sambil mencermati perkembangan politik menuju Pemilu 2019.

Dapat disimpulkan bahwa betapa besarnya dukungan partai politik terhadap Jokowi untuk maju sebagai Calon Presiden pada 2019 mendatang. Pertanyaan berikut adalah dengan siapa Jokowi disandingkan? Beberapa nama sudah digadang-gadang untuk menjadi Wakilnya seperti Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo hingga Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Gatot Nurmantyo yang berlatar belakang militer dan pernah menduduki posisi tertinggi di TNI dan tidak memiliki cacat sosial apapun, maka pasangan Jokowi-Gatot Nurmantyo, menurut pengamat politik Emrus mendapat respon luar biasa positif dari berbagai kalangan.

Dengan latar belakang Jokowi-Gatot, akan membuat kehidupan sosial yang aman dan nyaman bagi seluruh warga negara Indonesia.

Nama Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian santer dikaitkan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Nama Tito tiba-tiba mencuat di bursa politik dan digadang-gadang sebagai bakal calon wakil presiden.

Terkait hal tersebut, Mabes Polri menekankan bahwa orang nomor satu di jajaran kepolisian itu tidak akan mencalonkan diri dalam perhelatan akbar pesta demokrasi lima tahunan.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul. Menurutnya sampai saat ini, Kapolri lebih fokus menjalankan tugas sebagai Kapolri.

Bagaimana halnya dengan manuver partai Demokrat, Gerindra, PKS, PKB, PDIP dan PAN? Minggu-minggu kemarin memang pembaca Netralnews.com disajikan dengan manuver politik partai pendukung Capres lainnya. 

Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediamannya, Cikeas, Gunung Putri, Jawa Barat, hari Kamis (27/7/2017). Informasi yang diperoleh Netralnews.com, pertemuan digelar secara tertutup.

Ada spekulasi dan tafsir liar di balik pertemuan tersebut, sinyal bergabungnya koalisi Gerindra dengan Demokrat yang bakal mengusung Prabowo Subianto sebagai capres dan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai cawapres. 

Suhu politik mulai memanas namun siapa pun yang bakal terpilih menjadi Presiden RI 2019 nanti, harus mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Etika politik tertinggi adalah kesejahteraan rakyat. Politik yang mengabdi kepada rakyat. Semua orang yang berkecimpung dalam komunitas politik atau komunitas kekuasaan, harus mengabdi dan melayani kepentingan rakyat. 

Jadi, segala kerja politik dari setiap politik harus dibingkai oleh tanggung jawab moral untuk kesejahteraan rakyat.

Pilpres tahun 2019 masih dua tahun lagi, masih lama. Jangan dihambur-hamburkan energi ke Pilpres yang masih dua tahun lagi itu.

Netralnews.com sepakat bahwa  jangan “kegatalan” dulu dengan kehidupan politik di seputar perebutan kursi kekuasaan. Tetapi, perhatikan dulu yang paling mendesak, dan terus mendesak, yaitu kesejahteraan rakyat itu. Rakyat butuh Sandang, Pangan, dan Papan!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Farida Denura

Apa Reaksi Anda?