Kamis, 23 November 2017 | 08:40 WIB

  • News

  • Ekonomi Makro

Concrete Show South East Asia 2017 Sinergikan Lintas SektorĀ 

Pameran Concrete Show South East Asia 2017
UBM
Pameran Concrete Show South East Asia 2017

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Presiden Direktur PT UBM Pameran Niaga Indonesia, Christopher Eve mengatakan perlu adanya sinergi lintas sektor dan industri dalam upaya percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia, khususnya di sektor konstruksi dan sektor kemaritiman.

"Lima pameran lintas sektor ini diharapkan dapat memberikan beragam solusi kepada para pelaku industri yang dapat dimaksimalkan oleh masing-masing sektor terkait. Para pelaku industri dalam negeri juga dapat memanfaatkan pameran ini untuk dapat memperbaharui informasi, menemukan solusi dan mengadopsi teknologi terbaru yang dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produk di Indonesia.” ungkapnya di Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Christopher menambahkan, melalui pameran Concrete Show South East Asia dan Marintec Indonesia diharapkan dapat membawa solusi dalam mendukung program pemerintah dalam peningkatan pembangunan infrastruktur dan maritim Indonesia.

" Concrete Show South East Asia 2017 akan memfasilitasi pembeli dan supplier melalui berbagai macam produk, jasa serta teknologi beton dan konstruksi seperti beton pracetak, beton prategang, concrete mixer, batching plant, mesin bata ringan, dan teknologi besi beton, meningkatkan pengetahuan industri dan terlibat dalam diskusi khusus. Ajang ini merupakan sarana untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas bangunan dimana semua pemain utama global di industri ini berkumpul dan berinteraksi.” ungkapnya.

Gelaran lima pameran niaga terbesar dan terkemuka se-Asia Tenggara Concrete Show South East Asia 2017, Mining Indonesia 2017, Construction Indonesia 2017, Oil & Gas Indonesia 2017 dan Marintec Indonesia 2017 langsung dibuka oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. 

Lebih dari 45.000 pengunjung akan hadir di acara ini untuk bertemu dengan para distributor Iokal serta perusahaan asing dari 40 negara atau wilayah yang memiIiki produk dan teknologi terkini untuk memberikan solusi dan mengakomodir kebutuhan masing-masing dari sektor konstruksi pertambangan, infrastruktur, migas dan bidang kemaritiman.

 

Reporter : Pramirvan Datu Aprilatu
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?