Kamis, 19 Oktober 2017 | 12:31 WIB

  • News

  • Ekonomi Makro

Kementerian Pertanian Ekspor Bawang Merah NTT ke Timor Leste

Ilustrasi Bawang Merah
Istimewa
Ilustrasi Bawang Merah

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dalam rangka mewujudkan Nawacita pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, Kementerian Pertanian ( Kementan) melakukan ekspor perdana bawang merah asal Nusa Tenggara Timur ke Timor Leste sebanyak 30 ton. Ekspor ini dilakukan di perbatasan Indonesia-Timor Leste yaitu di Pos Lintas Batas Motamasin, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan ekspor bawang merah ini sebagai bagian dari wujud Nawacita yaitu membangun negara dari pinggiran. Dengan ekspor ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan yang berada di wilayah perbatasan.

"Kami melakukan pendekatan dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan pertanian di wilayah perbataan dan meningkatkan kualitas pertanian sehingga dapat bersaing dengan negara-negara tetangga," kata Amran dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (12/10/2017).

Staf Ahli Menteri Pertanian bidang Infrastruktur Ani Andayani menjelaskan, bawang merah yang diekspor ini diproduksi petani Kabupaten Malaka dan Belu, NTT. Bawang merah diangkut melalui kontainer, dimana setiap kendaraan mengangkut sekira 5 ton.

Di tahun 2017 ini, ekspor bawang merah direncanakan mencapai 200 ton yang dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan kebutuhan kuota dari Republik Demokratik Timor Leste.

"Pengembangan bawang merah di NTT terencana 200 hektare dari potensi lahan 3.000 sampai 4.000 hektare. Meski baru diimplementasikan beberapa bulan silam, namun produktivitasnya cukup tinggi, mencapai 16 ton per hektare," terangnya. 

Dan daerah Malaka ini memiliki kelebihan dengan perolehan air yang cukup. Karena itu, sambung Ani, dengan ditambah tingginya produktivitas berdampak terhadap persentase kontribusi Malaka terhadap total produksi bawang merah di NTT, yaitu mencapai 20 persen alias 500 ton.

Sedangkan di tingkat nasional, kontribusi Nusa Tenggara Timur baru 0,16 persen. "Tapi untuk ekspor sudah banyak, 3,5 persen kontribusi untuk nasional," jelas Ani.

Indonesia sendiri sejak 2016 sudah mengekspor bawang merah. Dan di tahun 2017 ini, volumenya melonjak drastis disertai dengan kualitas yang mumpuni.

Bawang merah Malaka dan Belu telah mengantongi sertifikat dari Badan Karantina Kementan, jenis organik, memenuhi standar, dan layak ekspor. Bahkan bawang merah ini disebut sebagai ikon Malaka di bidang pertanian.

Ani menambahkan, selain bawang merah, komoditas pertanian lainnya yang berpeluang ekspor dari wilayah perbatasan adalah jagung, kacang hijau, jambu mete, babi dan unggas. Khusus untuk unggas, saat ini kebutuhan unggas dan produk unggas di Timor Leste masih dipenuhi impor dari Brazil yang memakan waktu enam bulan dalam perjalanan.

Peluang ini bisa ditangkap oleh Indonesia, karena saat ini Indonesia sudah surplus untuk unggas dan produk unggas. Untuk mendorong ekspor unggas (DOC) dan produk unggas (karkas dan produk olahan unggas) ke Timor Leste, dalam rangkaian kegiatan ini juga ada penandatanganan Technical Agreement oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan dengan Direktur Jenderal Peternakan Republik Demokratik Timor Leste.

Reporter : Pramirvan Datu Aprilatu
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?