Kamis, 19 Oktober 2017 | 12:28 WIB

  • News

  • Ekonomi Makro

Kalah di MK, Pemerintah Siap Revisi Permenhub 26 Terkait Aturan Angkutan Online

Sekjen Kemenhub Sugihardjo dan Dirut Jasa Marga Desi Arryani tinjau persiapan arus balik Idul Adha
Dok: Kemenhub
Sekjen Kemenhub Sugihardjo dan Dirut Jasa Marga Desi Arryani tinjau persiapan arus balik Idul Adha

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) bakal terus menyempurnakan beleid terkait Peraturan Menteri 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek (PM 26). Hal itu menyusul putusan MAmencabut aturan tersebut.

Sekertaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perhubungan Sugihardjo menjelakan pihaknya bakal mengambil langkah adendum  perubahan yang dilakukan dengan melakukan penambahan pada alinea, paragrap atau pasal atas suatu pernyataan, peraturan, undang-undang, perjanjian.

"Mungkin kita buat aturan baru yang bentuknya nanti apakah addendum atau buat PM baru. Di Permen 26 itu kan yang diatur bukan hanya online, angkutan sewa tidak dalam trayek, termasuk pariwisata dan taksi konvensional," jelasnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Pihaknya menambahkan  peraturan ini diambil guna mengurai permasalahan yang tengah bergejolak ditengah masyarakat sekarang ini.

"Sekarang supaya tidak ada kekosongan hukum, temen-temen dari perhubungan darat udah melakukan beberapa FGD (focus group discusion) dan dialog publik ke beberapa kota baik melibatkan Organda, online termasuk masyarakat, akademik yang intinya mengatakan bahwa memang harus diatur," lanjutnya.

Apalagi, pemerintah sebagai regulator harus mampu mengakomodasi bisnis pada sektor transportasi menjadi baik dan melayani masyarakat dengan semestinya.

"Pilihannya cuma ada dua. Kalau dia mau legal harus masuk ke taksi reguler atau angkutan sewa yang umum. Tapi kalau mau operasi seperti sekarang akan jadi ilegal namanya karena enggak ada aturannya. Tentu tidak diharapkan oleh konvensional, online maupun masyarakat," tandasnya.

Reporter : Pramirvan Datu Aprilatu
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?