Kamis, 14 Desember 2017 | 23:48 WIB

  • News

  • Ekonomi Makro

Pengamat: Pemerintah Paksakan Bangun Infrastruktur Sebabkan Krisis Kecil

Ekonom UI Faisal Basri
Berita Kepo
Ekonom UI Faisal Basri

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri menilai kalau Pemerintah hanya fokus kembangkan infrastruktur bakal alami krisis kecil. Sebab, dia menyebut kalau belanja infrastruktur harus dipaksakan tak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia diangka 4 persen. 

"Tidak bisa tidak, belanja infrastruktur harus dikurangi. Tidak bisa dipaksakan, bila tetap dipaksakan maka akan terjadi krisis kecil," ujar Faisal di Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Apalagi, dengan krisis yang dia maksud adalah terus merosotnya nilai tukar rupiah hingga tembus di angka Rp14.000 per dolar AS. Bahkan, bisa tembus di level Rp15.000 per dolar AS.

"Kendati begitu, tidak akan banyak memengaruhi kondisi makro dan mikro secara keseluruhan," imbuh dia.

Dia menuturkan, penilaian tersebut berdasar analisa ekonomi global dengan kondisi ekonomi nasional saat ini. Di antaranya, ada kelambanam pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, faktor industri manufaktur belum menjadi tulang punggung pertumbuhan nasional, apalagi, kredit menurun, konsumsi melambat dan pendapatan sektor pajak juga terus menurun.

"Kalau belanja tidak boleh turun, maka pendapatan harus diperkuat. Faktanya, saat ini pemerintah terus menggenjot infrastruktur tapi tidak dibarengi peningkatan sektor pendapatan," imbuhnya.

Karena itu, pemerintah harus memangkas pengeluaran, memangkas belanja modal, tidak mencairkan penyertaan modal negara ke BUMN, dan juga atabilitasi yang bagus.

Reporter : Pramirvan Datu Aprilatu
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?