Selasa, 17 Oktober 2017 | 12:42 WIB

  • News

  • Ekonomi Makro

Jokowi: Jakarta Harus Punya MRT, Siapapun Gubernurnya

Presiden Joko Widodo
Tebing News
Presiden Joko Widodo

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Angkutan massal Mass Rapid Transit ( MRT) dinilai salah satu kebutuhan warga DKI Jakarta. Untuk itu, Presiden Joko Widodo ( Jokowi) menegaskan, siapa pun gubernur yang memimpin Jakarta, MRT merupakan sebuah keharusan.

"Siapapun gubernurnya transportasi massal harus dipunyai oleh ibukota Jakarta karena selain penduduknya sudah padat untuk Jakarta Raya sekitar 30-an juta (orang), yang kedua kita butuh alternatif-alternatif angkutan massal, bisa naik bus, bisa naik taksi, bisa naik MRT, bisa naik LRT (light rapid transportation), agar masyarakat semakin memiliki pilihan mau ke mana naik apa," kata Presiden Joko Widodo, Jumat (13/10/2017).

Jokowi menegaskan, pembangunan MRT di Jakarta terlambat sekitar 20 tahun.

"Kalau pembebasan lahan sudah mulai 20-25 tahun yang lalu, maka harga tanah masih Rp5-10 juta. Sekarang harga tanah sudah Rp90-200 juta per meter persegi karena kita terlambat membangun," ungkap Presiden.

Kerugian lainnya karena keterlambatan pembangunan MRT adalah kemacetan di Jakarta.

"Kemacetan di Jakarta dan sekitarnya menyebabkan setahun hilang Rp28 triliun karena macet. Kalau uang itu dipakai untuk membangun, bisa berlipat-lipat (manfaatnya)," tambah Presiden.

Sehingga untuk setiap proyek infrakstruktur ia mendorong percepatan pengerjaan proyek tersebut.

"Ini pentingnya saya dorong di lapangan ada masalah apa, saya ikuti karena saya ingin semuanya bisa cepat diselesaikan. Tol Kuala Tanjung diharapkan segera selesai kemudian kawasan industri di Semangke, ada tol belum selesai. Untuk kawasan khusus pariwisata di Toba dan sekitarnya juga terus kita garap," tegas Presiden.

Hingga akhir September 2017, pembangunan konstruksi sipil fase I MRT Jakarta telah mencapai 80,15 persen. Konstruksi fisik jalur bawah tanah itu menyambungkan bundaran Patung Pemuda hingga Bundaran HI sebesar 90,22 persen dan konstruksi jalur layang dari Lebak Bulus hingga patung Pemuda sebesar 70,16 persen.

Untuk fase 1 membutuhkan rel sekitar 3.585 batang dengan panjang per batang 20-25 meter. Selanjutnya untuk fase 2 rute Bundaran HI-Kampung Bandan sepanjang 8,3 kilometer meliputi 8 stasiun yaitu Bundaran HI, Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Mangga Besar, Glodok, Kota dan Kampung Bandan.

Reporter : Pramirvan Datu Aprilatu
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?