• News

  • Ekonomi Makro

Disetujui Banggar, Ini Postur RAPBN 2018 yang Dibawa ke Sidang Paripurna DPR

Menkeu Sri Mulyani Indrawati
Istimewa
Menkeu Sri Mulyani Indrawati

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Badan Anggaran DPR telah menyetujui Rancanagan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPABN) 2018 untuk dibawa sidang paripurna untuk disepakati jadi Undang-undang.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap kementerian dan lembaga dapat fokus dalam menjalankan rencana belanja sesuai dengan postur anggaran 2018. Menurutnya, rencana belanja tahun depan fokus untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesempatan kerja, dan mengurangi kemiskinan dan kesenjangan.

"Kami berharap kementerian dan lembaga fokus menjalankan rencana belanjanya," kata Sri Mulyani, Selasa (24/10/2017).

Postur RAPBN 2018 disusun berdasarkan asumsi makro, antara lain pertumbuhan ekonomi 5,4 persen, inflasi 3,5 persen, suku bunga SPN tiga bulan 5,2 persen, dan nilai tukar Rp 13.400 per USD.

Asumsi makro lainnya mencakup harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) minyak USD 48 per barel, lifting minyak 800.000 barel per hari, dan lifting gas 1.200 ribu barel setara minyak per hari.

Postur RAPBN 2018 yang disepakati mencantumkan target pendapatan negara Rp 1.894,7 triliun dan pagu belanja negara Rp 2.220,7 triliun. Target pendapatan negara tersebut akan dipenuhi dari penerimaan perpajakan Rp 1.618,1 triliun, penerimaan negara bukan pajak Rp 275,4 triliun.

Belanja negara akan meliputi belanja pemerintah pusat Rp 1.454,49 triliun dan transfer ke daerah dan Dana Desa Rp 766,2 triliun. 

Dalam belanja pemerintah pusat, belanja untuk kementerian lembaga disepakati Rp 847,44 triliun dan belanja nonkementerian lembaga Rp 607,06 triliun.

Dengan postur RAPBN 2018 tersebut, maka defisit anggaran diproyeksikan mencapai Rp 326 triliun atau sekitar 2,19 persen terhadap PDB.

Untuk menutup pembiayaan tersebut, pemerintah akan menerbitkan Surat Berharga Negara (neto) Rp 414,52 triliun dan pinjaman (neto) Rp 15,5 triliun.

Reporter : Pramirvan Datu Aprilatu
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?