Sabtu, 25 November 2017 | 07:06 WIB

  • News

  • Ekonomi Makro

Pelabuhan Kuala Tanjung Didorong Sebagai Hub Internasional

Ilustrasi Pelabuhan
Suara Cargo
Ilustrasi Pelabuhan

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - PT Pelabuhan Indonesia I (Pelindo I) tengah fokus dalam menjalankan program pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung untuk menjadi pelabuhan hub internasional.

ACS Humas Pelindo I Fiona Sari Utami mengatakan saat ini progres pembangunan pelabuhan yang berlokasi di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, tersebut sudah mencapai 92 persen untuk sisi laut dan 71 persen untuk sisi darat.

"Kami memang tetap fokus dalam menjalankan program Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung untuk mewujudkan Kuala Tanjung sebagai Pelabuhan Hub Internasional sebagaimana yang diharapkan pemerintah," kata Fiona pers rilisnya, Selasa (14/11/2017).

Pelabuhan Kuala Tanjung akan dikembangkan dalam empat tahap, yaitu tahap I Pengembangan Terminal Multipurpose Kuala Tanjung yang disiapkan dengan kapasitas 500.000 TEUs, tahap II Pengembangan Kawasan Industri 3.000 Ha (2016-2018), tahap III Pengembangan Dedicated/Hub Port (2017-2019) dan Tahap IV pengembangan kawasan industri terintegrasi (2021-2023).

"Pelabuhan Kuala Tanjung yang diproyeksikan akan menjadi pelabuhan terbesar dan menjadi hub internasional di kawasan barat Indonesia ini dikembangkan secara bertahap dan nantinya akan memiliki kapasitas hingga mencapai 20 juta TEUs," jelasnya.

Pengelola Terminal Multipurpose Pelabuhan Kuala Tanjung dilaksanakan oleh PT Prima Multi Terminal yang merupakan anak usaha gabungan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang meliputi, PT Pelindo I, PT PP Tbk, dan PT Waskita Karya Tbk. 

Saat ini tercatat Pelindo 1 menguasai saham mayoritas di PT Prima Multi Terminal sebesar 55 persen, PT PP memegang 25 persen, sedangkan PT Waskita Karya memiliki sisanya yaitu 20 persen.

Fiona menambahkan, untuk mewujudkan terminal multipurpose di Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelindo I juga sedang menyiapkan kawasan industri yang terpadu atau Industrial Gateway Port Kuala Tanjung seluas 3.000 hektare. 

Pelabuhan Kuala Tanjung ini direncanakan juga dengan pengembangan kawasan industri yang dapat semakin menurunkan biaya logistik serta berpeluang untuk menciptakan skala ekonomi.

Reporter : Pramirvan Datu Aprilatu
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?