Sabtu, 25 November 2017 | 06:57 WIB

  • News

  • Ekonomi Makro

Sebanyak 212 Saham Tertekan, IHSG Anjlok ke Bawah Level 6.000

Ilustrasi IHSG
Harian Aceh
Ilustrasi IHSG

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) Bursa Efek Indonesia anjlok 33,16 poin (- 0,55 persen) ke level 5.988,3 pada penutupan perdagangan saham, Selasa (14/11/2017). Merosotnya indeks komposit hingga ke bawah level 6.000 didorong melemahnya harga dari sebanyak 212 saham

Hanya sebanyak 126 saham yang menguat dan 110 saham lainnya tidak berubah harga. Sepanjang hari ini, IHSG bergerak di kisaran 5.988,3 hingga level tertinggi di 6.039.3. Frekuensi transaksi saham sebanyak 342.292 kali dengan volume sekitar 12,1 miliar saham. Nilai transaksinya Rp7,3 triliun.

Investor asing catat aksi jual bersih Rp454,3 miliar di pasar reguler. Adapun, saham- saham yang beri kontribusi paling besar pada nilai jual bersih asing adalah Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Unilever Indonesia (UNVR), dan Bank Central Asia (BBCA). 

Sebagian besar indeks sektoral saham melemah kecuali sektor perdagangan yang menguat 0,85 persen. Sektor konsumer turun paling dalam sebesar 1,01 persen, disusul sektor saham keuangan melemah 0,86 persen dan sektor manufaktur turun 0,86 persen.

Sedangkan, saham yang paling aktif diperdagangkan adalah Perdana Karya Perkasa (PKPK) dengan frekuensi 19.288 kali dan harga stagnan di Rp76, Bumi Resources (BUMI) sebanyak 15.219 kali dan harga naik 30 poin ke Rp280, Bank Tabungan Negara (BBTN) sebanyak 10.709 kali dan harga naik 40 poin ke Rp2.950.

Reporter : Irawan Hadi Prayitno
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?