Sabtu, 25 November 2017 | 07:04 WIB

  • News

  • Ekonomi Makro

Jokowi Dukung Penuh Perdagangan Bebas ASEAN-Kanada

Presiden Joko Widodo
Tebing News
Presiden Joko Widodo

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan 40 Tahun Kerja Sama Kemitraan ASEAN-Kanada yang digelar seusai KTT ASEAN-Uni Eropa di Philippines International Convention Center (PICC), Manila, Filipina, Selasa (14/11/2017), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan dukungan penuh Indonesia terhadap upaya pembentukan perdagangan bebas ASEAN-Kanada.

Menurut Jokowi, salah satu hal yang menjadi kekhawatiran adalah berkembangnya gejala proteksionisme melalui penerapan hambatan tarif dan non tarif yang kali ini justru banyak datang dari negara maju. 

Untuk itu, Jokowi menekankan agar ASEAN dan Kanada harus mengirimkan pesan kepada dunia bahwa keterbukaan ekonomi yang inklusif akan membawa manfaat bagi rakyat kita.

Lebih lanjut Presiden Jokowi menyatakan pentingnya kemitraan ASEAN-Kanada untuk mengembangkan ekonomi terbuka yang inklusif dan saling menguntungkan keduanya. 

“Kita gunakan perayaan 40 tahun ini untuk mempertebal komitmen bahwa kerja sama ASEAN-Kanada harus ditingkatkan dan menguntungkan kedua pihak,” katanya seperti dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet, Selasa (14/11/2017).

Sebelumnya, dalam sambutan KTT Peringatan 40 Tahun Kerja Sama Kemitraan ASEAN-Uni Eropa, Jokowi mengimbau agar diskriminasi terhadap kelapa sawit di Uni Eropa segera dihentikan. 

Sejumlah sikap dan kebijakan yang dianggap merugikan kepentingan ekonomi dan merusak citra negara produsen sawit juga harus dihilangkan.

Ia menegaskan, isu kelapa sawit sangat dekat dengan upaya pengentasan kemiskinan, mempersempit gap pembangunan, serta pembangunan ekonomi yang inklusif.

Saat ini terdapat 17 juta orang Indonesia yang hidupnya, baik langsung maupun tidak langsung, terkait dengan kelapa sawit, di mana 42 persen lahan perkebunan kelapa sawit dimiliki oleh petani kecil.

Jokowi juga menambahkan, Resolusi Parlemen Uni Eropa dan sejumlah negara Eropa mengenai kelapa sawit dan deforestasi serta berbagai kampanye hitam, tidak saja merugikan kepentingan ekonomi, namun juga merusak citra negara produsen sawit.

Lebih lanjut, Jokowi menyampaikan, Indonesia paham pentingnya isu sustainability. Ia menambahkan bahwa berbagai kebijakan terkait sustainability telah diambil, termasuk pemberlakuan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Reporter : Irawan Hadi Prayitno
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?