Selasa, 12 Desember 2017 | 11:31 WIB

  • News

  • Ekonomi Makro

Pasokan Mencukupi, Warga Mampu Diminta Tak Pakai Elpiji 3 Kg

Elpiji 3 Kilogram
Radar Banyumas
Elpiji 3 Kilogram

JAKARTA, NNC - Seiring dengan operasi pasar dan penambahan pasokan yang terus dilakukan, Pertamina berharap pasokan elpiji 3 kg mencukupi untuk masyarakat. Namun di sisi lain, masyarakat kalangan mampu juga diharapkan tidak ikut menggunakan elpiji 3 kg.

Unit Manager Communication & Relations Pertamina Jawa Bagian Barat Dian Hapsari Firasati mengatakan, jika masyarakat yang mampu turut menggunakan elpiji 3 kg, maka dikhawatirkan elpiji 3 kg menjadi tidak tepat sasaran.

"Karena elpiji 3 kg adalah barang subsidi, hingga penggunaannya ada kuota dari pemerintah. Sesuai tulisan yang ada pada tabung, elpiji 3 kg sesungguhnya hanya untuk masyarakat tidak mampu. Makanya kami berharap masyarakat yang mampu, apalagi bisnis yang sudah maju, agar tidak menggunakan elpiji 3 kg namun beralih ke elpiji non subsidi," kata Dian dalam rilisnya, Jakarta, Jumat (8/12/2017). 

Seperti diketahui, Pertamina telah melakukan operasi pasar sejak Senin (4/12/2017) di sejumlah wilayah (Kota dan Kab Bogor, Depok, Priangan Timur, Kota dan Kab Sukabumi) dan dilanjutkan hingga hari ini. Selain itu penambahan pasokan juga dilakukan di beberapa daerah seperti di DKI Jakarta, Bandung, Cimahi, Sumedang dan Tangerang.

Dian menambahkan, pantauan di sejumlah lokasi hingga Kamis (7/12/2017) sudah terpantau lebih kondusif. Seperti di wilayah Tambora yang sebelumnya ramai diberitakan sulit mendapat elpiji 3 kg, saat ini sudah pulih kembali. Hal ini terlihat di Pangkalan Duri Utara I, Tambora di mana hanya beberapa masyarakat yang menukarkan tabungnya.

Pertamina telah melakukan operasi pasar dan penambahan pasokan secara bervariasi antara 20 persen hingga 60 persen di wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Apabila masyarakat masih menemukan kesulitan atau harga yang tidak wajar, maka dapat menghubungi Pertamina Contact Center di nomor 1500000.

Reporter : Pramirvan Datu Aprilatu
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?