• News

  • Ekonomi Makro

Data BPS Catat Kesejahteraan Pembudidaya Perikanan Meningkat

Ilustrasi: Budidaya perikanan
Harian Terbit
Ilustrasi: Budidaya perikanan

JAKARTA, NNC - Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan aspek kesejahteraan masyarakat pembudidaya perikanan pada tahun 2017 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Data BPS mencatat bulan Desember 2017 nilai tukar usaha pembudidaya ikan tercatat 111,26 meningkat 10 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan bahwa iklim usaha budi daya membaik," kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto dalam rilis, Minggu (14/1/2018).

Menurut Slamet, hal itu juga mengimplikasikan bahwa usaha budidaya perikanan lebih baik, memberikan nilai tambah lebih besar, dan menguatkan kapasitas usaha.

Selain itu, ujar dia, hasil survei nasional menunjukkan rata-rata pendapatan pembudi daya ikan tahun 2017 berada pada angka Rp3,3 juta per bulan atau naik dibanding tahun 2016 yang mencapai Rp3 juta per bulan.

"Angka ini berada jauh di atas standar garis kemiskinan yang ditetapkan BPS," katanya.

Ia berpendapat, hadirnya usaha alternatif usaha di bidang perikanan budi daya di kantong-kantong kemiskinan khususnya masyarakat pedesaan disinyalir turut memberikan dampak terhadap pemerataan distribusi pendapatan yang optimal di tingkat masyarakat.

Dirjen Budi Daya Perikanan KKP menyatakan, beragam fasilitasi dari kementerian langsung memberkan kemudahan akses bagi pembudidaya terus dilakukan dan diharapkan memberi dampak langsung bagi penguatan kapasitas usaha.

Pada tahun 2017 KKP untuk pertama kalinya mengembangkan skema asuransi perikanan bagi pembudidaya ikan skala kecil yang bekerja sama dengan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia.

Tahap awal program tersebut telah mencakup setidaknya sebanyak 2.004 orang pembudidaya dengan lahan budidaya seluas 3.300 hektar.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendorong pemerintah dapat terus meningkatkan produksi budi daya komoditas perikanan sehingga sektor tersebut tidak terlalu bergantung pada perikanan yang ditangkap di lautan.

"Dengan adanya pembudidaya kita tidak tergantung dari hasil tangkap," kata Daniel.

Menurut politisi PKB itu, potensi perikanan budidaya berkali-kali lipat serta memiliki risiko yang berkurang dari perikanan tangkap.

 

Editor : Farida Denura

Apa Reaksi Anda?