Senin, 26 Februari 2018 | 00:34 WIB

  • News

  • Ekonomi Makro

Penyaluran Kredit BTN Meningkat 21 Persen di Sepanjang 2017

BTN mencatat penyaluran kredit dan pembiayaan naik 21,01 persen menjadi Rp198,99 triliun pada akhir Desember 2017.
Swa
BTN mencatat penyaluran kredit dan pembiayaan naik 21,01 persen menjadi Rp198,99 triliun pada akhir Desember 2017.

JAKARTA, NNC - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mencatat penyaluran kredit dan pembiayaan naik 21,01 persen menjadi Rp198,99 triliun pada akhir Desember 2017 dibanding Rp164,44 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama BTN, Maryono menjelaskan, kredit perumahan masih mendominasi komposisi pinjaman perseroan yaitu sebesar 90,07 persen dari total pinjaman yang disalurkan sepanjang tahun lalu.

Sepanjang tahun lalu, kredit perumahan yang disalurkan perseroan catat peningkatan 21,14 persen yoy dari Rp147,94 triliun menjadi Rp179,22 triliun. Di segmen kredit perumahan, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) emiten dengan kode saham BBTN ini naik 23,26 persen yoy dari Rp117,3 triliun pada triwulan IV 2016 menjadi Rp144,58 triliun di periode yang sama tahun berikutnya.

"Kenaikan tersebut juga terpantau berada di atas rata-rata industri perbankan. Hingga akhir 2017, pertumbuhan KPR dan KPA industri perbankan nasional hanya sebesar 11,4 persen yoy," kata Maryono dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Menurutnya, dengan penyaluran tersebut, BTN juga tercatat masih menguasai pasar KPR di Indonesia dengan pangsa sebesar 36,3 persen. Kemudian, di segmen KPR Subsidi, Bank BTN menjadi pemimpin pasar dengan pangsa sebesar 95,42 persen.

Ia juga menyampaikan bahwa KPR Subsidi mencatatkan laju pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 32,45 persen yoy dari Rp56,83 triliun menjadi Rp75,27 triliun pada Desember 2017. KPR Non-Subsidi pun tercatat naik 14,62 persen yoy menjadi Rp69,3 triliun pada akhir 2017 dari Rp60,46 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Maryono menjelaskan, alokasi kredit tersebut disalurkan melalui pembiayaan pembelian rumah subsidi sebanyak 481.329 unit senilai Rp34,1 triliun dan rumah non subsidi sebanyak 185.983 unit senilai Rp37,7 triliun. Total, perseroan telah membiayai kredit rumah sebanyak 667.312 unit di sepanjang tahun lalu. "Pencapaiannya lebih dari 100 persen dibanding target," ujarnya.

Ia menambahkan, untuk tahun ini perseroan mematok sasaran pembiayaan rumah sebanyak 750.000 unit. Untuk subsidi ditargetkan sebanyak 536.868 uinit dan non subsidi sekitar 213.132 unit.

Selain kredit perumahan subsidi dan non subsidi, di sepanjang tahun lalu perseroan juga menyalurkan kredit konstruksi yang naik 18,98 persen yoy dari Rp21,92 triliun menjadi Rp26,08 triliun pada akhir 2017. Lalu, kredit perumahan lainnya tercatat senilai Rp8,56 triliun pada Desember 2017.

Sementara, untuk kredit non-perumahan tercatat meningkat 19,78 persen yoy dari Rp16,49 triliun menjadi Rp19,76 triliun pada kuartal IV/2017. "Kenaikan tersebut ditopang peningkatan kredit konsumer sebesar 1,59 persen yoy menjadi Rp4,81 triliun dan kredit komersial sebesar 27,12 persen yoy menjadi Rp14,95 triliun pada akhir 2017," pungkasnya.


Reporter : Irawan Hadi Prayitno
Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?