Minggu, 25 Februari 2018 | 20:37 WIB

  • News

  • Ekonomi Makro

Bank BJB Raih Laba Rp1,6 Triliun Pada 2017

Kantor PT Bank Pembangunan Daerah Jabar dan Banten Tbk.
Kilas Media
Kantor PT Bank Pembangunan Daerah Jabar dan Banten Tbk.

JAKARTA, NNC - PT Bank Pembangunan Daerah Jabar dan Banten Tbk atau Bank BJB cetak laba bersih Rp1,6 triliun pada 2017 tumbuh 1,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Pertumbuhan laba ini didorong ekspansi kredit yang meningkat 12 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata industri yang 7,6 persen hingga akhir November 2017," kata Ahmad Irfan, Direktur Utama Bank BJB di Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Ia menjelaskan, seluruh segmen penyaluran kredit perseroan catat peningkatan pada sepanjang tahun lalu.  Kontribusi terbesar masih berasal dari segmen kredit konsumer yang merupakan pilar pertama bisnis kredit bank bjb yang tumbuh sebesar  6,5 persen y-o-y. Salah satu pendorong pertumbuhan kredit konsumer ini yaitu meningkatnya pertumbuhan kredit pensiunan yang naik menjadi Rp10,1 triliun. 

Kredit APBD/APBN atau komersial catat kenaikan 25 persen. Demikian pula, segmen mikro atau UMKM catat kenaikan 33 persen. "Untuk kredit BPR juga catat pertumbuhan 17 persen, sehingga secara rata-rata kredit bjb naik 12 persen di sepanjang tahun lalu," ujarnya.

Meski kredit terus dipacu, perseroan juga menyatakan mampu menjaga tingkat rasio kredit bermasalah (NPL) yang turun 18 basis poin menjadi 1,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Sementara, total Dana Pihak Ketiga yang dihimpun sebesar Rp81 triliun atau tumbuh sebesar 11,2 perse y-o-y. Selain itu fee based income juga mengalami kenaikan sebesar 24,5 persen y-o-y.

Dengan kinerja yang baik pada tahun 2017 total aset Bank BJB tumbuh menjadi sebesar Rp108,4 triliun atau tumbuh 13,1 persen y-o-y.

" Bank BJB berada di peringkat 13 bank terbesar nasional hal tersebut sebagai bukti bahwa bank bjb terus tumbuh dan berkembang untuk mewujudkan visi bank bjb untuk menjadi 10 bank terbesar di Indonesia," pungkasnya.

Reporter : Irawan Hadi Prayitno
Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?