• News

  • Ekonomi Makro

Ini yang Dorong Citilink Targetkan 15 Juta Penumpang di 2018

Vice President Corporate Communication Citilink Indonesia Benny S Butarbutar
NNC/Anhar Rizki Affandi
Vice President Corporate Communication Citilink Indonesia Benny S Butarbutar

JAKARTA, NNC - Tahun ini Citilink Indonesia menargetkan jumlah penumpang bisa mencapai angka sekitar 15 juta. Pihak Citilink membuat target tersebut bukan tanpa dasar atau alasan.

Citilink Indonesia melihat pertumbuhan jumlah penumpang dari tahun ke tahun yang cukup signifikan. Atas dasar itu, pihak Citilink terdorong untuk membuat target jumlah penumpang tersebut.

Vice President Corporate Communication Citilink Indonesia Benny S Butarbutar mengatakan, target itu didasari dari pertumbuhan positif yang dimiliki Citilink.

"Itu terlihat mulai dari 2012, mulai dari 3, 9, terus sampai 22 pesawat, dan sekarang mencapai 50 pesawat. 50 pesawat itu adalah kekuatan minimun untuk meng-grab pasar domestik secara minimum," ungkap Benny saat ditemui NNC di Gedung Citicon, Jakarta, Rabu (15/2/2018).

Ternyata, lanjut Benny, dalam perkembangannya formula bisnis yang Citilink kembangkan itu mampu mempertahan sebuah low-cost carrier (LCC) atau maskapai berbiaya murah dan layanan prima.

"Serta tingkat safety yang maksimum, sama seperti Garuda Indonesia, karena kita dirawat oleh GMF (Garuda Maintenance Facility) ya," ujarnya.

Menurutnya, itu membuat pertumbuhan Citilink dan kepercayaan publik cepat sekali. "Sejak itu kita mendatangkan pesawat hampir setiap tahun, kemudian frekuensi penerbangan kita naiki. Kemudian yang paling efektif setelah kita membuka rute penerbangan dari Halim," tuturnya.

Ia beranggapan, dengan dibukanya penerbangan dari Halim, konsumen atau penumpang diberikan sebuah pilihan. "Untuk Barat (Jakarta) bisa naik melalui Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, atau untuk yang di Timur (Jakarta), Bekasi, Depok, bisa naik melalui Halim. Itu yang membuat kita jadi bagus," ungkapnya.

Kemudian jumlah penumpang juga bertumbuh dalam lima tahun terakhir, selain pesawat, rute, dan frekuensi penerbangan.

Pada 2012 tercatat sebanyak 2,8 juta penumpang, kemudian melonjak menjadi 5,3 juta penumpang di 2013. Pada 2014 terus tumbuh dengan pesat mencapai 8,2 juta penumpang, dan 2015 sebanyak 9,5 juta penumpang, serta di 2016 mencapai 11,8 juta penumpang. Kemudian di 2017 jumlah penumpang mencapai 12,46 juta.

Untuk jumlah frekuensi yang ditambahkan, misalnya ke Denpasar, Bali, yang awalnya tiga kali, kini menjadi tujuh sampai sembilan kali penerbangan per hari.

Pertumbuhan positif dari Citilink ini, lanjut Benny, tidak terlepas dari komitmen Citilink dalam menjaga On Time Performance (OTP) atau ketepatan waktu terbang.

"Mati-matian kita mempertahankan OTP sebagai maskapai LCC yang tepat waktu. Terakhir di 2017 kemarin, kita di angka 88 persen. Kemudian, itu juga berpengaruh terhadap tingkat isian yang rata-rata 80-85 persen," terang Benny.

Kemudian, setelah itu sejumlah kerja sama bisnis juga dilakukan Citilink untuk mengembangkan online shopping. Selain itu, bekerja sama dengan industri retail minimarket untuk bisa menjadi sebuah outlet yang ada di tengah-tengah masyarakat.

Selain itu, Citilink juga menciptkan kemudahan-kemudahan dengan mengembangkan transformasi digital sejak 2012. "Lompatan-lompatan itulah yang membuat kita memberikan target optimis, yaitu sampai 15 juta penumpang di 2018," tambahnya.

Reporter : Toar Sandy Purukan
Editor : Y.C Kurniantoro

Apa Reaksi Anda?