• News

  • Ekonomi Makro

Indonesia SIPF Lindungi Aset Investor Pasar Modal Rp4.491 Triliun

Ilustrasi Investasi.
Radar Banten
Ilustrasi Investasi.

JAKARTA, NNC - Direktur Indonesia Securities Investor Protection Fund (SIPF), Widodo menyampaikan, jumlah nilai aset investor di pasar modal yang dilindungi oleh Indonesia SIPF sampai akhir Februari 2018 telah mencapai Rp4.491,6 triliun. Secara year to date (ytd) jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar Rp200,06 triliun atau tumbuh 4,66 persen.

Ia menjelaskan, peningkatan nilai aset tersebut disebabkan oleh beberapa hal. Pertama adalah bullish-nya pasar saham yang tercermin dari pertumbuhan IHSG di Bursa Efek Indonesia sebesar 3,80 persen year to date (ytd). "Kedua, karena adanya kegiatan aksi korporasi dari emiten yang berasal dari IPO saham atau penerbitan obligasi korporasi," kata Widodo, Rabu (14/3/2018) di Jakarta.

Hingga akhir Februari 2018 terdapat 2 emiten melakukan IPO saham dengan total nilai IPO Rp201,6 miliar dan sebanyak 7 institusi melakukan 23 penerbitan seri obligasi dengan total nilai emisi mencapai Rp18,57 triliun, serta penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sebanyak 10 seri dengan nilai Rp42,57 triliun.

Dari jumlah investor yang terlindungi asetnya oleh Indonesia SIPF, sampai dengan bulan Februari 2018 terdapat 794.997 investor berdasarkan jumlah sub rekening efek (SRE) di PT KSEI. Secara ytd jumlah investor yang dilindungi oleh Indonesia SIPF ini meningkat sebanyak 32.185 SRE atau tumbuh sekitar 4,22 persen.

Selain itu, selama tahun 2017 Indonesia SIPF berhasil mencatatkan kinerja keuangan positif, setelah pada tahun-tahun sebelumnya mengalami kerugian. Berdasarkan laporan keuangan audited 2017, Indonesia SIPF berhasil membukukan laba usaha sebesar Rp2,03 miliar. Dibandingkan dengan laba usaha sebesar Rp299,6 juta pada tahun 2016, Indonesia SIPF pada tahun 2017 membukukan kenaikan laba usaha sebesar Rp1,73 miliar atau 579 persen.

Sedangkan, laba komprehensif tahun berjalan 2017 mencapai Rp.5,77 miliar dibandingkan pada tahun 2016 yang mengalami rugi komprehensif sebesar Rp.4,06 miliar. Ignatius Girendroheru menjelaskan bahwa perbaikan kinerja keuangan pada tahun 2017 telah menjadikan Indonesia SIPF sebagai lembaga perlindungan investor yang sehat dan kredibel.

"Hal ini diperlukan guna menjalankan fungsi Indonesia SIPF dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi investor dan calon investor di pasar modal," katanya.

Reporter : Irawan Hadi Prayitno
Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?