• News

  • Ekonomi Makro

Komisi V DPR: Moratorium Infrastruktur Munculkan Masalah Baru

Kecelakaan konstruksi pada Proyek Tol Becakayu.
Twitter @tmcpolda
Kecelakaan konstruksi pada Proyek Tol Becakayu.

JAKARTA, NNC - Ketua Komisi V DPR Fary Djemy Francis menyesalkan sikap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang mangkir dari rapat kerja di DPR, Rabu (14/3/2018).

Padahal, kata Fary, kehadiran Basuki penting karena membahas maraknya kecelakaan konstruksi dalam pembangunan proyek strategis nasional. Insiden terbaru adalah bocornya pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di Cawang, Jakarta Timur akibat pengeboran proyek LRT.

“Saya menyesalkan ketidakhadiran Menteri PUPR hari ini. Padahal rapat ini sangat penting guna mengetahui insiden kecelakaan konstruksi,” kata Fary.

Lanjut Sekretaris Fraksi Gerindra DPR ini, satu poin penting yang akan dipertanyakan dewan dalam rapat tersebut adalah mengenai hasil moratorium pembangunan infrastruktur selama 19 hari pasca insiden Tol Becakayu.

Selain belum menerima laporan, Fary juga mempertanyakan peristiwa bocornya pipa gas milik PT PGN akibat galian proyek LRT oleh pihak pelaksana dari BUMN.

“Ini seolah menegaskan kembali bahwa moratorium 19 hari yang dilakukan Kementerian PUPR ternyata tidak berdampak. Moratorium justru berujung kecelakaan baru. Lagi-lagi proyek yang dikerjakan BUMN menciptakan masalah baru," tegas Fary.

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?