• News

  • Ekonomi Makro

Inilah Alasan Pemerintah Harus Copot Dirut Telkom

Koordinator Front Pemuda Muslim NTT (FPMI), Rifai SM
NNC/Wahyu Praditya Purnomo
Koordinator Front Pemuda Muslim NTT (FPMI), Rifai SM

JAKARTA, NNC - Upaya me-revitalisasi manajemen Telkom menjadi PR Pemerintah melalui Kementerian BUMN yang harus diwujudkan dalam waktu segera. Hal tersebut dikatakan Koordinator Front Pemuda Muslim NTT (FPMI), Rifai SM.

Menurutnya, revitalisasi menjadi agenda penting di tubuh PT Telkom Indonesia.

 "Salah satu agenda tersebut yakni mengganti Direktur Utama, Alex J. Sinaga," kata Rifai dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/04/2018).

 Diskriminasi, kata Rifai, adalah satu alasan mendasar agenda pergantian Dirut.

 Dijelaskan Rifai, sikap diskriminatif Alex Sinaga bisa dibaca dengan jelas beberapa bulan sejak didapuk sebagai Dirut Telkom Desember 2014.

 "Apa bentuk diskriminasi yang dimaksud, mari kita telusuri. Pada Mei 2015, ini berarti beberapa bulan setelah AJS ditunjuk sebagai Dirut Telkom, PT Telkom dikabarkan menggelontorkan dana hingga setengah miliar rupiah untuk bantuan gereja di Mansinam Papua," ujarnya.

 Berlanjut di Desember 2015 hingga 2016, melalui program CSR, kata dia, PT Telkom menggelontorkan dana 1,8 miliar untuk 60 yayasan dan gereja.

 April 2016, PT Telkom kembali bongkar brankas. Kali ini PT Telkom menyalurkan bantuan ke Institut Teknologi Del (IT Del). IT Del dalam profil lembaganya merupakan yayasan pendidikan yang satu jaringan dengan PT Toba Sejahtera.

 "Berlanjut ke Desember 2017, PT Telkom kembali mencairkan 3,5 miliar bantuan bagi gereja di NTT," tutur Rifai.

 Inilah ruang diskriminasi yang dilakukan Alex Sinaga selaku Dirut. Bukan atas nama kecemburuan, kebencian apalagi SARA kami menyuarakan apa yang menjadi kebenaran ini. Tetapi seorang pemimpin jika tidak dapat berlaku adil maka janganlah kita pertahankan.

 "Alex Sinaga mempertontonkan prilaku diskriminatif selaku pemimpin perusahaan negara, itulah persoalannya," terang Rifai. 

Jika pemerintah masih kukuh mempertahankan AJS, itu sama dengan membiarkan Telkom Indonesia  diambang kehancuran. Solusinya mudah, copot AJS, sekarang atau semuanya terlambat.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?