• News

  • Ekonomi Makro

Soal Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan, ESDM Klaim Gunakan Pipa Standar

Tumpahan minyak di Teluk Balikpapan.
Merdeka
Tumpahan minyak di Teluk Balikpapan.

JAKARTA, NNC - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) mengklaim rusaknya pipa di Teluk Balikpapan dalam kondisi baik. Sehingga pipa sesuai dengan standar serta secara spesifikasi teknis yang ada.

Hal itu diungkapkan Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, saat melakukan rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI

"Pipa crude dengan ketebalan 20 inch yang putus [karena] terkena jangkar kapal di Teluk Balikpapan telah sesuai dengan standar ASME/ANSI B 31.4 dan spesifikasi teknis, sehingga dalam keadaan layak operasi saat kejadian," kata dia di Komplek Senayan, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Selain itu, kata Arcandra tempat lokasi putusnya pipa juga telah ditetapkan menjadi daerah Obyek Vital Nasional (Obvitnas) untuk melindungi instalasi, kapal kapal, dan atau alat-alat lain terhadap gangguan pihak luar. dan menurut PP 17 Tahun 1974, di dalam daerah terlarang ini semua orang, kapal dan lain-lain sejenisnya dilarang memasukinya. 

“Instalasi Kilang RU V termasuk pipa penyalur minyak diameter 20 inch telah ditetapkan sebagai Obyek Vital Nasional (Obvitnas). dan semua orang dan sejenisnya [kapal] dilarang melewatinya”, Jelas Arcandra.

Dia menambahkan pipa penyalur minyak diameter 20 inch telah ditetapkan Daerah Terbatas Terlarang (DTT) dan dilarang membuang sauh (jangkar).

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa tumpahan minyak di perairan laut Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, bukan berasal dari minyak mentah milik kilang Balikpapan, melainkan dari bahan bakar kapal (marine fuel oil/MFO).

"Dari sampel yang diambil, diidentifikasi bahwa cairan minyak itu MFO atau bahan bakar minyak dari kapal, bukan minyak mentah dari kilang," kata General Manager Pertamina Refinery Unit V Balikpapan Togar MP Manurung saat jumpa pers di Balikpapan, Sabtu (31/3/2018).

 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Widita Fembrian

Apa Reaksi Anda?