• News

  • Ekonomi Makro

Terapkan Batas Transaksi Tunai, PPATK Gandeng BI dan Perbankan

Ilustrasi transaksi tunai.
Istimewa
Ilustrasi transaksi tunai.

JAKARTA, NNC - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan ( PPATK) siap mengandeng Bank Indonesia serta perbankan dalam menerapkan aturan soal batasan transaksi tunai.

Wakil Ketua PPATK Dian Ediana Rae menjelaskan skema pengawasan tidak sulit selama masuk dalam sistem, "kalau ada yang narik lebih Rp100 juta atau misal tarik Rp25 juta tapi 4 kali (dalam sehari), bank pasti laporkan kita, sistem akan dibikin otomatis, bank akan warning," ujar dia kepada wartawan di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Dia menambahkan harus ada tindakan tegas dari perbankan. Sistem pelaporan bank terhadap transaksi batas maksimum akan peringatan kepada nasabah untuk menggunakan sistem nontunai.

"Bank juga akan melarang dan menganjurkan kenapa enggak transfer, kemudahan transfer kan sudah ada sekarang kayak mobile banking, internet banking, dan lain-lain," katanya.

Selain itu, PPATK akan menindak tegas indikasi terhadap politik uang dengan skema yang biasa dilakukan oleh oknum yang ada. Salah satunya menukar uang dengan pecahan-pecahan kecil.

"Apalagi penarikan, misal Rp1 miliar tapi minta pecahan Rp20 ribu atau Rp50 ribu, itu kan buat kampanye. itu sudah ada warning. kita sudah kerjasama dengan BI dan bank akan kasih informasi kalau permintaan nasabah tinggi tapi pecahan kecil," tegas dia.

 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Widita Fembrian

Apa Reaksi Anda?