• News

  • Ekonomi Makro

Hingga Agustus, Realisasi Program Satu Juta Rumah Capai 582.638 Unit

Pembangunan rumah susun.
PUPR
Pembangunan rumah susun.

JAKARTA, NNC - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR), dalam rangka Program Satu Juta Rumah telah merampungkan pembangunan 582.638 unit hingga akhir Agustus 2018. Diharapkan, realisasi program ini lebih tinggi dibanding pencapaian tiga tahun sebelumnya.

Pada tahun 2015, capaian program satu juta rumah adalah sebanyak 669.770 unit. Lalu, tahun 2016 sebanyak 805.169 unit, dan tahun 2017 sebanyak 904.758 unit. Untuk tahun 2018, per 20 Agustus 2018 sudah mencapai 582.638 unit.

Pemerintah mempercepat pembangunan perumahan melalui deregulasi berupa penyederhanaan proses perijinan, pembangunan rumah dan dukungan pembiayaan kepemilikan rumah bagi MBR," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) Basuki Hadimuljono.

Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan Nawa Cita Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui ketersediaan permukiman layak huni. 

Melalui Program Satu Juta Rumah, Pemerintah bersama stakeholder perumahan lainnya seperti pengembang, pemerintah daerah dan perbankan berupaya mengurangi kekurangan pasokan atau backlog perumahan di Indonesia. 

Backlog kepemilikan rumah capai 11,4 juta unit pada tahun 2015 dan ditargetkan turun menjadi 6,8 juta unit pada tahun 2019.

Sementara itu, dari target satu juta rumah yang dibangun tiap tahunnya, kemampuan anggaran Pemerintah dan Pemerintah Daerah diperkirakan hanya dapat memenuhi 20 persen saja melalui pembangunan rumah swadaya, rumah susun, rumah khusus dan bantuan stimulan prasarana sarana utilitas (PSU).

Sebanyak 30 persen akan dipenuhi melalui pembangun rumah oleh swasta dengan subsidi dari Pemerintah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki rumah. 

Sejumlah program yang sudah berjalan seperti KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga Kredit Perumahan (SSB), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). 

Selebihnya diharapkan dipenuhi dari pengembang swasta dengan memanfaatkan kemudahan perizinan dan perubahan regulasi lainnya.

Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid mengatakan untuk mengejar kebutuhan rumah, salah satu upaya adalah meningkatkan jumlah hunian vertikal terutama di kota-kota besar melalui pembangunan rumah susun baik yang dilakukan pemerintah maupun swasta.

"Untuk Rusunawa yang sudah dibangun Kementerian PUPR, salah satunya adalah Rumah Susun Atlet Kemayoran dan yang sedang dalam proses konstruksi adalah Rusunawa Pasar Rumput," ujarnya dalam keterangan tertulis yang dirilis Kementerian PUPR, Jumat (14/9/2018).

Adapun, jumlah Rusunawa yang sudah dibangun tahun 2015,  sebanyak 220 Tower dengan 10.497 Unit, sedangkan di tahun 2016 sebanyak 129 Tower yang memiliki kapasitas 7.740 Unit. Pada tahun 2017 sebanyak 107 Tower dengan jumlah Unit sebanyak 13.251 Unit dan tersebar di seluruh Provinsi di Indonesia. 

Sehingga, total ada 456 tower dengan jumlah 31.488 unit satuan rumah susun. 

 

Reporter : Irawan Hadi Prayitno
Editor : Widita Fembrian

Apa Reaksi Anda?