• News

  • Ekonomi Makro

Superkrane Mitra Utama Resmi Catatkan Sahamnya di BEI

PT Superkrane Mitra Utama Tbk secara resmi melakukan pencatatan sekaligus perdagangan perdana sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
IDX
PT Superkrane Mitra Utama Tbk secara resmi melakukan pencatatan sekaligus perdagangan perdana sahamnya di Bursa Efek Indonesia.

JAKARTA, NNC - PT Superkrane Mitra Utama Tbk secara resmi melakukan pencatatan sekaligus perdagangan perdana sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Menggunakan kode perdagangan SKRN, jumlah saham yang dicatatkan Superkrane adalah sebanyak 300.000.000 saham, setara 20 persen dari jumlah modal disetor dan ditempatkan.

“Hal ini merupakan key milestone dalam perjalanan Superkrane untuk melangkah sebagai perusahaan publik yang accountable, transparan dan bertanggungjawab kepada seluruh investor, masyarakat dan seluruh stakeholders dalam menjalankan bisnis ke depan," ujar Yafin Tandiono Tan, Presiden Direktur Superkrane di Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan lebih dari 900 pemegang saham yang telah berpartisipasi sebagai investor di saham SKRN. Dana yang dihimpun dari masyarakat melalui proses IPO ini akan mendorong pertumbuhan dan pengembangan bisnis Superkrane sehingga semakin baik dimasa yang akan datang.

Perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha penyewaan crane ini mengincar kontrak sebesar US$100 juta hingga 2021. Kontrak itu berasal dari beragam sektor, seperti migas, infrastruktur, dan pertambangan.

"Saat ini, kami sudah mengantongi kontrak US$40 juta dari dua perusahaan migas dan pertambangan. Jumlah ini ditargetkan terus bertambah hingga tiga tahun ke depan dan menjadi motor pertumbuhan pendapatan," ujar Tandiono

Pada tahun ini, ia melanjutkan, pendapatan Superkrane ditargetkan mencapai Rp600 miliar, naik 25 persen dari 2017 sebesar Rp480 miliar. "Tahun depan, perseroan menargetkan pendapatan tumbuh 20 persen menjadi Rp720 miliar dari estimasi 2018," sebutnya.

Ia menjelaskan, hal ini didorong masih kuatnya permintaan sewa crane dari sektor migas, infrastruktur, hingga pertambangan. Untuk itu, perseroan bakal menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp600 miliar pada 2017.

Eddy Gunawin, Corporate Secretary Superkrane mengatakan, perseroan akan berupaya untuk menjaga kepercayaan para investor serta terus meningkatkan kinerja perseroan.

Menurutnya, perseroan berkomitmen untuk menjalankan prinsip-prinsip Good Corporate Governance untuk menjaga seluruh kepentingan stakeholders dan terus memberikan pelayanan terbaik serta mendukung proyek infrastruktur pemerintah yang berkesinambungan sebagai sarana untuk mencapai pertumbuhan dan pengembangan ke depan sejalan dengan arah pengembangan bisnisnya.

Sementara itu, dana segar hasil IPO akan menunjang peluang bisnis penyewaan crane seiring dengan gencarnya proyek infrastruktur pemerintah yang meningkat dan preferensi dari para kontraktor untuk menyewa crane perseroan.

 

 

Editor : Irawan.H.P

Apa Reaksi Anda?