• News

  • Ekonomi Makro

Kepala Bappenas: Master Plan Rekontruksi Kota Palu Hampir Rampung

Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro
Poskota
Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro

JAKARTA NNC - Setelah diguncang gempa bumi berkekuatan 7,4 Skala Richter, tsunami dan Likuifaksi pada tanggal 28 September silam, Kota Palu, ibukota Sulawesi Tegah (Sulteng) akan dibangun kembali atau rekonstruksi mulai Januari 2019 mendatang.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ( Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, master plan pembangunan kembali Palu diperkirakan akan selesai Januari-Februari mendatang. Sehingga mulai Januari-Februari itu juga sudah mulai dilakukan yang namanya rekonstruksi.

“Saat yang sama hunian sementara ditargetkan selesai akhir Desember. Nah kan kita baru bisa rekonstruksi kalau hunian sementara yang targetnya 14.000 yang selesai. Nah Januari masterplan-nya selesai hingga sesudah Januari proses rekonstruksi sudah bisa dimulai,” kata Bambang kepada wartawan usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Mengenai master plan itu sendiri, Bambang mengemukakan, ada bantuan tenaga ahli dari Jepang yang memang berpengalaman untuk membangun daerah-daerah rawan gempa, daerah yang mengalami likuifaksi, atau daerah yang rawan tsunami.

Untuk itulah, menurut Bambang, nantinya akan dibuat dulu zona wilayah yang tidak boleh ditempati lagi, terutama yang tsunami dan likuifaksi sama yang mungkin terletak di sesar atau potongan itu, kemudian sisanya terutama untuk daerah yang nantinya jadi pemukiman baru.

“Jadi kita juga harus double check apakah daerah pemukiman baru ini kan harus dibangun dari nol, nah ini sudah benar-benar aman atau tidak,” ujar Bambang.

Menurut Menteri PAN/Kepala Bappenas itu, sejauh ini penyusunan master plan untuk rekonstruksi kota Palu berjalan lancar, dan memperhitungkan prospek jangka panjangnya. 

Diharapkan tidak terjadi kesalahan-kesalahan kecil yang membuat kita harus revisi lagi nanti dalam waktu yang pendek.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?