• News

  • Ekonomi Makro

Kemendes Telah Inisiasi 100 Bumdes Bersama di Indonesia

Ilustrasi BUMDes
Amin Jaya
Ilustrasi BUMDes

PARIAMAN, NNC - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ( Kemendes PDTT) telah menginisiasi hampir 100 badan usaha milik desa (bumdes) bersama di Indonesia.

"Bumdes ini yang kami harapkan menjadi percontohan untuk desa lainnya," kata Direktur Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendes PDTT Harlina Sulistyorini saat rapat koordinasi bumdes se- Kota Pariaman di Pariaman, Rabu (13/2/2019).

Harlina menjelaskan bumdes bersama adalah suatu badan usaha yang dijalankan bersama sejumlah desa dengan memanfaatkam potensi daerah dari desa-desa itu.

Dibentuknya bumdes bersama tersebut karena dinilai lebih ekonomis dan mudah berkembang dari pada bumdes biasa.

Hal tersebut karena bumdes biasa berpotensi perang usaha antara satu desa dengan desa lainnya, sehingga menghambat perkembangan badan usaha desa.

"Jadi, kita bisa menekan terjadinya kanibalisme usaha antardesa," katanya.

Ia menyebutkan 100 bumdes bersama itu memiliki berbagai usaha seperti pariwisata dan pertanian yang telah memperoleh pendapatan hingga Rp100 juta per bulan.

Ia menyampaikan di Sumbar sudah mulai dibuat bumdes bersama yaitu di Kabupaten Pesisir Selatan yang mengelola Kawasan Wisata Mandeh.

"Pesisir Selatan ini masih cikal bakal karena baru terbentuk tahun kemarin," ujar Harlina seperti yang dikutip dari Antara.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman Genius Umar mengatakan pihaknya telah menetapkan beberapa kawasan untuk dikembangkan sesuai dengan potensinya di antaranya pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pertanian.

"Jadi, satu usaha kawasan tersebut terbentuk dari beberapa desa," katanya.

Beberapa desa di setiap kawasan tersebut dapat membuat bumdes bersama, sehingga dapat meningkatkan pendapatan desa.

Ia menyampaikan salah satu kawasan yang potensial membuat bumdes bersama yaitu di Pariaman Selatan yang delapan desanya dilalui Sungai Batang Mangur dan dapat dikelola menjadi objek wisata arung jeram.

Pemerintah Kota Pariaman pun juga sedang memanfaatkan Sungai Batang Mangor menjadi objek wisata, sehingga diharapkan desa juga mendukung hal tersebut.

"Dengan berkembangnya objek wisata di sana, maka akan muncul UMKM di sekitaran lokasi wisata," tambahnya.

Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?