• News

  • Ekonomi Makro

Depok Kota Favorit Pencarian Rumah di Bodetabek

Ilustrasi Rumah Sederhana
Housing Estate
Ilustrasi Rumah Sederhana

DEPOK, NNC - Harga rumah yang kian melambung tinggi di Jakarta akhirnya memaksa para calon pembeli rumah kini mulai melirik kawasan penyangga ibu kota, seperti  Bekasi, Bogor, Depok ataupun Tangerang.    

Ketersediaan lahan yang masih cukup serta harga tanah yang relatif lebih murah membuat mengapa harga hunian di Bodetabek masih bersahabat di kantong. Lantas di beberapa wilayah di pinggiran kota Jakarta tersebut, area manakah yang paling banyak dicari oleh calon pembeli rumah.   

Beberapa waktu lalu portal properti Lamudi sempat mengadakan analisa tentang tren pencarian rumah melalui google di wilayah Bodetabek. Berdasarkan analisa tersebut ternyata, kota Depok menjadi wilayah yang paling banyak dicari oleh calon pembeli rumah, sepanjang tahun 2018 ada sekitar 30.230 orang.

Kemudian di urutan kedua ada kota Bekasi, sepanjang tahun 2018 lalu orang yang mencari informasi rumah dijual di sana ada 21.870 orang dan disusul oleh kota Bogor dengan jumlah pencarian 19.670 orang dan yang terakhir Tangerang dengan total pencarian 13.740 orang.  

Menurut Mart Polman, Managing Director Lamudi Indonesia, ada banyak faktor yang membuat mengapa Depok menjadi kota favorit incaran calon pembeli rumah, salah satunya karena lokasinya sangat strategis diapit oleh Jakarta Selatan dan Bogor.

Tidak hanya itu, kota Depok juga dikelilingi dengan sarana infrastruktur dan transportasi massal yang sangat memadai, contohnya seperti adanya commuter line, bus TransJakarta, Tol Cinere-Jagorawi dan Tol Depok - Antasari.

"Kota ini sangat cocok sebagai tempat tinggal untuk mereka pasangan muda atau pun profesional muda yang memiliki mobilitas yang tinggi," kata Mart.

Mart mengatakan, rata-rata harga rumah di Depok dijual mulai dari Rp 9.500.000 per meter persegi. Untuk perumahan yang menyasar kelas menengah - bawah bisa ditemui di lokasi Cinangka, Pengasinan, Citayam, Bedahan, Cipayung dan Bojongsari.

 

Reporter : Irawan Hadi Prayitno
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?