• News

  • Ekonomi Makro

IHSG Akhir Pekan Diprediksi Menguat, Cermati Saham-saham Ini

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia.
IDX
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia.

JAKARTA, NNC - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan akhir pekan ini diprediksi menguat melanjutkan laju positifnya. Indeks komposit kemarin ditutup naik meski bursa regional ditutup bervariasi didorong sentimen data ekonomi terbaru dari Tiongkok.

Laporan riset saham harian yang dirilis Danareksa Research Institute, Jumat (15/3/2019) menyebutkan, pergerakan indeks komposit hari ini akan berada pada kisaran support-resistance di level 6.359,5 hingga 6.440,1.

"Cermati saham AUTO, GJTL, ICBP, KLBF, TSPC, UNVR, ALMI, CPIN, SMCB, INKP, MAIN, SMGR, ADMF, BNGA, BMRI, BBRI, BBNI, BJBR, BBTN, BFIN, JSMR, PGAS, TBIG, EXCL, ADRO, ENRG, MEDC, PTBA, AALI, LSIP, MPPA, MNCN, RALS, ADHI, WIKA, dan PTPP," tertulis di laporan itu.

Pada penutupan perdagangan Kamis kemarin, IHSG menanjak 0,56 persen ke level 6.413,27 bersama dengan bursa Asia yang bervariasi diperdagangan kemarin. Sentimen penggerak pasar datang dari publikasi data ekonomi terbaru China.

Pada periode Januari-Februari 2019, investasi aset tetap China tumbuh 6,1 persen ytd/y (vs 5,9% bulan sebelumnya), output industri tumbuh melambat 5,3% yoy (vs 5,7% yoy bulan sebelumnya), dan penjualan retail cenderung tumbuh stabil di level 8,2% yoy seperti periode sebelumnya.

Sementara itu, bursa AS ditutup bervariasi diperdagangan lalu. Indeks saham Dow Jones (+0,03%) dan S&P 500 (-0,09%) masing-masing bergerak ke level 25.709,94 dan 2.808,48. Publikasi data sektor perumahan AS yang lebih lemah dari ekspektasi pasar, dinyatakan memberikan tekanan pada indeks saham.

Dari sisi ekonomi AS, penjualan rumah baru turun 6,9% mom di bulan Januari 2019 menjadi 607 ribu unit, menyusul pencapaian 652 ribu unit di bulan sebelumnya. Penjualan rumah tinggal yang melemah merupakan pemicunya.

Sementara, perkembangan terbaru Brexit menunjukkan parlemen Inggris setuju untuk memundurkan periode keluarnya Inggris dari 29 Maret menjadi 30 Juni. Perpanjangan masa Brexit ini tetap membutuhkan persetujuan EU.

Mayoritas bursa Asia pagi ini dibuka menguat. Harga minyak Brent (WTI) turun ke level US$67,17(US$58,55) per barel, dan harga emas melemah ke level US$1.294,80/troy ounce.

Editor : Irawan.H.P

Apa Reaksi Anda?