• News

  • Ekonomi Makro

Menperin: Ada 12 Pabrik Gula Baru Dibangun, Dua akan Selesai Pada 2019-2020

Menperin meninjau pabrik gula di Lamongan, Jawa Timur.
Kemenperin
Menperin meninjau pabrik gula di Lamongan, Jawa Timur.

LAMONGAN, NNC - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, produksi gula berbasis tebu pada tahun 2018 capai 2,17 juta ton. Padahal, kebutuhan gula nasional mencapai 6,6 juta ton. Produksi gula nasional dipasok oleh 48 pabrik gula milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan 17 pabrik gula milik swasta.

“Ada 12 pabrik baru yang akan didirikan di Jawa dan luar Jawa. Semuanya akan diberikan insentif oleh pemerintah,” katanya saat melakukan kunjungan ke PT Kebun Tebu Mas (KTM) di Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (16/3/2019).

Untuk mencukupi kebutuhan gula dalam negeri, tentunya dipenuhi lewat impor. Menurut Airlangga, pemerintah telah berupaya menekan volume impor.

Pada tahun 2019, izin kuota impor gula industri sekitar 2,8 juta ton, turun dibanding pada tahun lalu sebanyak 3,6 juta ton. “Kuota impor dipotong lantaran masih ada stok gula impor sekitar 1 juta ton di gudang-gudang industri,” ungkapnya.

Airlangga menambahkan, guna menekan volume impor, pemerintah juga aktif mendorong investasi industri gula terintegrasi dengan kebun. Dalam upaya memacu tumbuhnya pabrik-pabrik gula baru dan perluasan pabrik gula yang sudah eksisting, Kemenperin telah menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 10 Tahun 2017 tentang Fasilitas Memperoleh Bahan Baku Dalam Rangka Pembangunan Industri Gula.

“Fasilitas ini disambut baik oleh investor yang melakukan pembangunan pabrik gula baru sejak tahun 2010 dengan total investasi sampai saat ini mencapai Rp30 triliun, meliputi 12 pabrik gula baru diantaranya dua pabrik gula akan commissioning tahun 2019-2020 serta satu pabrik gula eksisting yang sudah melakukan perluasan,” papar Airlangga dalam siaran pers yang dirilis Kemenperin.

Dalam upaya peningkatan produksi gula, pemerintah tidak hanya tergantung pada peran pabrik gula atau off-farm, namun peran dari sisi para petani tebu atau on-farm yang pengaruhnya sangat besar.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2010 yang direvisi menjadi Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016 tentang Daftar Negatif Investasi, setiap pembangunan pabrik gula baru wajib terintegrasi dengan perkebunan tebu.

Ia menambahkan, pembangunan pabrik gula baru juga diharapkan dapat memberikan dampak yang positif kepada masyarakat yang berada di sekitar wilayah pabrik, yaitu kesejahteraan ekonomi yang meningkat.

Termasuk di dalamnya sopir-sopir tebu yang turut serta membantu kelancaran operasi pabrik gula dan juga masyarakat yang tinggal di sekitar pabrik gula.

“Kami terus mendorong agar pabrik gula dan petani dapat berupaya optimal meningkatkan produksi tebu dan gula sehingga berkontribusi pada pengembangan industri gula nasional dan pemenuhan gula nasional,” tandasnya.

Editor : Irawan.H.P

Apa Reaksi Anda?