Minggu, 23 April 2017 | 18:59 WIB

  • News

  • Ekonomi

LSM Lingkungan Hidup Desak OJK Koreksi Ban Pembakaran Hutan

Jumat, 09 September 2016 | 14:49 WIB
Diskusi TuK Indonesia (Vito Adhityahadi)
Diskusi TuK Indonesia (Vito Adhityahadi)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Lembaga Swadaya Masyarakat TuK Indonesia mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengoreksi nasabah bank selaku investor asing yang membiayai pembakaran hutan di Indonesia.

Melalui Wiwin, salah satu anggota TuK Indonesia mengatakan, dalam hal ini bank tidak bisa mencegah dan mengawasi, sebab sudah terlalu banyak regulasi oleh bank bank di Indonesia.

"Karena bank sendiri merasa sudah terlalu banyak regulasi, sehingga yang kita sasar adalah OJK-nya. Betul sudah ada roadmap di Indonesia, untuk diturunkan dengan baik," kata Wiwin, Jakarta, Jumat (9/9/2016).

Meski begitu, dikatakan Wiwin, bank sebetulnya mau mengungkap praktek aliran dana yang diduga untuk tindakan pembakaran hutan, dengan nama laporannya adalah sustainability reporting.

Maka Ia menyampaikan, akan meminta OJK untuk setiap bank dapat menerapkan sustainability reporting.

"OJK kami minta agar sustainability menjadi wajib diterapkan di Bank Indonesia. Walau jangkanya masih panjang, tapi ini adalah upaya kita untuk menghimbau kepada otoritas maupun kepada bank," katanya.

Membuat semakin jelas sanksi pada pelaku pembakaran hutan oleh investor dan perusahaan, Wiwin mengatakan kepolisian sudah siap menindak para "koorporasi nakal" tersebut.

"Korporasi nakal yang menyebabkan kebakaran bisa dituntut," ujar Wiwin.

"Maka perlu juga dipromosikan lebih lanjut, mengingat kasus di Riau itu ada 15 yang di SP3."

Reporter : Vito Adhityahadi
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?