Kantor Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu

Pembiayaan APBN

Pemerintah Serap Rp 15 Triliun dari SUN

Selasa, 03 Jan 2017 | 22:29 WIB | Ekonomi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM- Pemerintah berhasil menyerap dana sebesar Rp15 triliun dari lelang lima seri Surat Utang Negara (SUN) dari total penawaran yang masuk mencapai Rp36,9 triliun. Dana yang terserap untuk memenuhi sebagian pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan pada Selasa (1/3/2017), menyebutkan lelang perdana pada awal 2017 untuk memenuhi target indikatif yang telah ditetapkan dalam APBN 2017.

Disebutkan, dari lelang tersebut jumlah yang dimenangkan untuk seri SPN03170404 mencapai Rp6,1 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,93287 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 4 April 2017, mencapai Rp14,97 triliun.

Adapun imbal hasil terendah yang masuk untuk seri obligasi dengan tingkat kupon diskonto ini mencapai 5,74 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,4 persen.

Di sisi lain pada seri SPN12180104, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp5,3 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,78674 persen. Obligasi yang ditawarkan ini jatuhnya pada tempo pada 4 Januari 2018 ini mencapai Rp7,25 triliun.

Imbal hasil terendah masuk untuk seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon diskonto ini mencapai 6,64 persen dan imbal hasil tertinggi masuk sebesar 7,5 persen.

Sementara untuk seri FR059, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp3,6 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,79954 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2027 ini mencapai Rp5,2 triliun.

Dengan imbal hasil terendah masuk bagi seri obligasi dengan mempunyai tingkat kupon 7,0 persen ini mencapai 7,7 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 8,0 persen.

Siaran pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menyebutkan, pemerintah tidak memenangkan lelang SUN seri FR0061 dan FR0072 karena target indikatif telah terpenuhi. Padahal, untuk kedua seri tersebut pemerintah sudah mengantongi penawaran masing-masing sebesar Rp7,59 triliun dan Rp1,87 triliun.

Tercatat, imbal hasil terendah masuk bagi FR0061 mencapai 7,5 persen dengan imbal hasil tertinggi yang masuk mencapai 7,75 persen. Di sisi lain, imbal hasil terendah yang masuk bagi FR0072 mencapai 8,11 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk mencapai 8,42 persen.


Editor : Martina Prianti