Minggu, 22 Oktober 2017 | 06:13 WIB

  • News

  • Ekonomi Makro

BI Tegaskan Tidak Ada Simbol Palu Arit di Uang Rupiah

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardjojo (bareksa.com)
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardjojo (bareksa.com)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo kembali menegaskan jika tidak ada simbol palu arit dalam segala jenis uang rupiah hingga kabar yang beredar di media sosial keliru.

Agus menjelaskan, gambar yang dipersepsikan sebagai simbol palu dan arit merupakan logo Bank Indonesia yang dipotong secara diagonal, sehingga membentuk ornamen yang tidak beraturan. 

Teknik dalam logo itu menggunakan teknik saling isi atau "rectoverso". Logo BI dengan teknik "rectoverso" tersebut tampak terpecah menjadi dua bagian di sisi depan dan belakang lembar uang.

"Dan itu hanya dapat dilihat utuh bila diterawang," kata Agus di Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Teknik "rectoverso" merupakan bagian dari unsur pengaman uang Rupiah. "Rectoverso" sebagai unsur pengaman juga digunakan di berbagai mata uang dunia, karena "rectoverso" sulit dibuat dan memerlukan alat cetak khusus. 

"Di Indonesia, rectoverso telah digunakan sebagai unsur pengaman Rupiah sejak tahun 1990-an. Sementara logo BI telah digunakan sebagai rectoverso uang Rupiah sejak tahun 2000," tutur Agus.

Agus mengingatkan uang rupiah merupakan salah satu lambang kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu masyarakat harus menghormati dan memperlakukan uang Rupiah dengan baik.

 

Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?