Sabtu, 27 Mei 2017 | 22:39 WIB

  • News

  • Ekonomi

Menteri Luhut: Tak Ada Penjualan Pulau-Pulau, yang Ada Labeli dan Mengelola

Rabu, 11 Januari 2017 | 19:45 WIB
Menko Maritim Luhut B Panjaitan (bbc.com)
Menko Maritim Luhut B Panjaitan (bbc.com)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan Pemerintah tak menjual pulau-pulau yang ada di Indonesia.

Menurutnya, informasi yang berkembang di masyarakat menjadi simpang siur. Dia bersikeras kalau pemerintah mempersilahkan buat pihak asing buat melabeli dan mengelolanya. Sebab, saat ini terdapat 4.000 pulau di Indonesia yang belum memiliki nama.

"Tidak ada kepemilikan yang beralih. Saya ulangi ya, karena ada viral yang belok-belok. Tidak ada kepemilikan oleh asing (terhadap pulau tak bernama di Indonesia)," katanya di Kantornya, Jakarta, Rabu (11/1/2017).

Menurut Luhut, ide untuk memberikan hak kepada asing melabeli pulau Indonesia datang dari wisatawan Jepang yang tertarik dengan Pulau Morotai, Maluku.

Di wilayah tersebut, terdapat tujuh lapangan terbang dimana salah satunya ingin dikembangkan oleh Jepang untuk pulau lansia (elderly resort).

"Jadi mekanisme bisnis. Kalau dia investasi kan dia mau datang. Jadi kayak orang Jepang itu dia ingin ada daerah elderly resort untuk para orang tua. Dia merasa di Indonesia itu nursingnya bagus. Jadi mereka mau, dan jaraknya dia dari Tokyo ke Morotai hanya empat jam," imbuh dia.

Luhut menuturkan asing memang diperbolehkan untuk memberikan nama terhadap pulau tersebut. Namun, pengelolaan tetap mengacu pada aturan yang berlaku di Tanah Air.

"Dia mau kasih nama apa aja silakan saja. Nanti dia laporkan ke kita. Tapi semua perundang-undangannya itu berlaku dari pemerintah Indonesia. Jadi tidak ada kepemilikan yang beralih," paparnya.

Reporter : Pramirvan Datu Aprilatu
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?